Terkait Pansus Proyek Multy Years, Oncology dan Kredit Bank Aceh Syariah. Ini Penjelasan Ketua DPRA

Terkait Pansus Proyek Multy Years, Oncology dan Kredit Bank Aceh Syariah. Ini Penjelasan Ketua DPRA
Dahlan Jamaluddin. Foto: serambinews.com
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Hingga saat ini, pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) terus membentuk sejumlah agenda panitia khusus atau Pansus. Hari ini misalnya, wakil rakyat Aceh itu akan membentuk Panitia Khusus (Pansus), Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Aceh kepada Pemerintah Aceh.

Sebelumnya atau Maret 2020, sempat beredar kabar DPRA akan membentuk Pansus penyaluran Kredit PT. Bank Aceh Syariah (BAS) Rp83 miliar kepada salah seorang pengusahan Aceh, Makmur Budiman serta Proyek Pembangunan Gedung Oncology RSUDZA Banda Aceh mapun proyek Multi Years atau tahun jamak.

Lantas, bagaimana nasib rencana tiga pansus tadi? Dikonfirmasi media ini usai rapat di Badan Anggaran (Banggar), Selasa siang. Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin mengaku, agenda yang sudah disepakati dalam Badan Musyarawah (Banmus) DPR Aceh beberapa waktu lalu itu, tetap dijalankan.

“Beberapa agenda Banmus yang tertunda dan tetap kita agendakan,” tegas Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin.

Politisi Partai Aceh (PA) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Pidie dan Pidie Jaya itu mengaku bahwa, pihaknya saat ini sedang mengejar prioritas agenda kelembagaan lainnya. Dahlan mencontohkan, sebelumnya DPR Aceh memparipurnakan agenda legislasi dan prolega.

Bukan hanya itu, DPR Aceh juga mengejar soal realisasi pendanaan wabah virus corona (Covid-19) di Aceh, yang dinilai telah menimbulkan kegelisahan dalam masyarakat. Selain itu, rapat kerja dan koordinasi bersama Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).

“Dua bulan ini kita kejar rapat kerja dan rapat koordinasi dengan SKPA. Semu itu dalam rangka pengawasan, terutama terkait penggunaan anggaran Covid-19. Sebab, ada pengurangan dana transfer dari pusat dan pendapatan Aceh,” jelas Dahlan Jamaluddin.

Dahlan menlanjutkan, ada program kegiatan yang dicoret karena sumber penganggarannya tidak ada lagi. Lalu, ada realokasi Rp 1,7 triliun. Nah, semua itu juga dikejar DPRA dalam rapat dengan SKPA. “Sehingga tidak ada lagi kegiatan karena uangnya digeser untuk penanganan Covid,” sebut Dahlan.

Menurut Dahlan, termasuk fiskal tahun 2020 yang sudah digunakan dan bagaimana progresnya.

“Seperti itu yang membuat agenda lain tertunda, ada pilihan-pilihan dan semua dimusyawarahkan di Badan Musyarawah sebagai badan pengambilan keputusan tertinggi di DPRA,” kata Dahlan Jamaluddin.

Dahlan mengaku, baik pembentukan Pansus anggaran Multy Years, Kredit Bank Aceh dan Oncology, kondisinya sama. “Sama saja, hanya tertunda saja. Nanti akan kita bawa ke Banmus lagi untuk dijadwalkan paripurnanya,” katanya.

Ia menegaskan, semua agenda yang tertunda itu diselesaikan pada 2020. “Semua akan kita selesaikan di 2020 ini,” ujar Dahlan Jamaluddin.***

Komentar

Loading...