Breaking News

Terkait Bau Busuk, PT. Medco Belum Sosialisasi Hasil Kerja Tim IPB kepada Masyarakat

Terkait Bau Busuk, PT. Medco Belum Sosialisasi Hasil Kerja Tim IPB kepada Masyarakat
Camat dan tokoh masyarakat Indra Makmue saat melaporkan keluhan bau ke DPRK setempat.

Aceh Timur | Terkait bau menyengat yang diduga warga berasal dari limbah PT. Medco E&P Malaka beberapa waktu lalu, sejauh ini pihak perusahaan maupun tim dari Institut Pertanian Bogor (IPB)  yang digadang melakukan analisa di lokasi lingkar tambang itu, belum melakukan sosialisasi kepada masyarakat maupun DPRK setempat.

Camat Kecamatan Indra Makmue, Edy Syah Mulya yang dihubungi MODUSACEH.CO Senin (1/7/2019) malam mengaku,  pihaknya dan masyarakat juga belum mengetahui hasil penelitian yang dilakukan tim dari IPB itu, karena menurut informasi yang diterima pihak PT. Medco akan menyampaikan hal itu dalam forum DPRK Aceh Timur.

"Sejauh ini belum ada hasilnya, karena informasi yang kita dapatkan akan dilaksanakan sosialisasi pada forum DPRK," sebut Camat Indra Makmue, Edy Syah Mulya kepada media ini.

Ketua Komisi A DPRK Aceh Timur, Irwanda membenarkan bahwa sejauh ini pihaknya belum mengetahui hasil dari analisa yang dilakukan tim IPB yang didatangkan PT. Medco ke lokasi yang terdapat sumber bau busuk diseputaran desa lingkar tambang di Kecamatan Indra Makmue, Kabupaten Aceh Timur.

Irwanda juga mengaku bahwa, secara lisan telah disampaikn pihak perusahaan bahwa bau menyengat itu tidak berbahaya, namun sejauh ini pihaknya di DPRK mengaku masih dalam agenda yang full menjelang LKPJ Bupati.

"Belum ada, karena kami di DPRK masih dalam agenda Pansus LKPJ minggu ini, dan minggu depan SDM. Artinya, agenda kami full, terkait hasil pihak Medco mengatakan sudah ada hasilnya tinggal tunggu jadwal kosong," ujar Ketua Komisi A DPRK Aceh timur, Irwanda saat dikonfirmasi media ini.

Sementara PT. Medco E&P Malaka yang dikonfirmasi, Senin (1/7/2019) kemarin, memberi jawaban yang sama seperti yang tertuang dalam rilis yang dibagikan sebelumnya. Menurut mereka, temuan Tim IPB terkait kualitas udara sedang diverifikasi.

Selain itu, Tim Institut Pertanian Bogor (IPB) telah menyelesaikan analisa dan pemodelan penyebaran bau gas. Hasil pengukuran kualitas udara di beberapa desa sekitar wilayah kerja Medco E&P Malaka, Aceh Timur telah diolah di laboratorium. Selanjutnya dipakai sebagai acuan dalam melakukan kalibrasi terhadap berbagai situasi yang disimulasikan. 

"Berdasarkan hasil analisa dan studi IPB yang menggunakan metode berstandar internasional disimpulkan bahwa, kadar H2S dan SO2 yang terdispersi ke udara dalam berbagai situasi tersebut masih dalam ambang batas aman dan tidak membahayakan bagi kesehatan. Saat ini, hasil analisa tersebut tengah diverifikasi oleh Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh sebelum disosialisasikan," sebut General Manager PT. Medco E&P Malaka, Susanto, seperti dalam pesan yang turut disampaikan kepada MODUSACEH.CO oleh pihak Humas Hidayatullah.

Sejumlah pihak dan masyarakat menilai hasil analisa dan verifikasi yang dilakukan tim dari IPB itu dianggap sangat penting, agar masyarakat mengetahui dengan tanpa rekayasa bahwa kadar udara masih diambang batas aman atau justru berbahaya bagi kesehatan makhluk hidup. Dan juga bisa diketahui sumber limbah itu mengandung zat kimia apa saja yang dapat mengganggu kesehatan warga sekitar, sehingga akan mudah nantinya dilakukan penanggulangan sejak dini.

Sebelumnya sejumlah warga di seputar lingkar tambang mengalami mual dan muntah-muntah akibat bau busuk menyengat yang diduga berasal dari limbah perusahaan tersebut. Akibatnya sejumlah warga sempat mendapatkan perawatan medis, sehingga memunculkan arus unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah warga dari beberapa desa yang ada di Kecamatan Indra Makmue. Akhirnya DPRK setempat pun ikut turun ke lokasi dan memediasi penanganan bau busuk dengan pihak perusahaan migas tersebut.***

Komentar

Loading...