Lanjutan Sidang Trenggiling

Terdakwa Mengaku Sisik Trenggiling Diperoleh dari Pemburu

Terdakwa Mengaku Sisik Trenggiling Diperoleh dari Pemburu
Penulis
Rubrik

Bireuen | Pengadilan Negeri (PN) Bireuen, kembali menggelar sidang kasus perdangangan sisik Trenggiling, Selasa (1/10/2019) terhadap terdakwa Husaini S.P Bin Hasballah (61) dia merupakan warga asal Gampong Pulo Baro, Kecamatan Tangse, Pidie.

Sidang kali ini beragenda pemeriksaan terdakwa, dipimpin Hakim Ketua, Zufida Hanum SH. MH dua hakim anggota Mukhtaruddin SH dan Rahma Novatiana SH serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Runi Yasir SH.

Dalam sidang terungkap sebelum ditangkap, terdakwa Husaini S P mengumpulkan sisik Trenggiling dari para pemburu di Pidie. Kemudian sisik binatang pemakan serangga itu akan dijual kepada Udin di Medan Sumatera Utara.

Pada sidang ini ketua hakim sempat menegur awak media dan melarang wartawan merekam jalannya sidang.

"Sudah, sudah. Sudah jangan direkam, matikan Hpnya. Nanti saya tidak fokus, catat saja," kata Ketua Hakim, Zufida Hanum.

Sidang hari ini dibuka untuk umum. "Aneh kenapa dilarang untuk kita rekam," kata seorang wartawan kepada rekannya.

Usai memastikan proses sidang tidak direkam. Lalu Zufida Hanum melanjutnya sidang dengan mencecar sejumlah pertayaan untuk terdakwa Husaini.

Dalam sidang tersebut Hakim menanyakan sisik Trenggiling yang didapatkan Husaini hendak dijual kemana, dan sejauh mana peran terdakwa Husaini dalam perdanganggan sisik Trenggiling.

Dia mengaku, sebagai pembeli  sisik Trenggiling dari warga di Pidie selama dua hari ia berhasil membeli sisik Trenggiling dari warga sebanyak 3,5 Kg dengan harga beli 1 kg Rp 1,2 juta, untuk selanjutnya barang tersebut dibawa ke Medan untuk diserahkan kepada Udin (DPO).

"Sisik Trenggiling ini saya jual ke Medan kepada Udin," ujar terdakwa Husaini dalam sidang.***

Komentar

Loading...