Meski Pandemi Sepanjang Tahun 2020

Tercatat Lebih 42 Ribu Pasangan di Aceh Menikah

Tercatat Lebih 42 Ribu Pasangan di Aceh Menikah
Akad nikah di masa pandemi Covid-19 di Aceh (Foto: Dok.MODUSACEH.CO)
Rubrik

Banda Aceh| Meski  dalam kondisi pandemi Covid -19, Kementerian Agama Provinsi Aceh mencatat, ada 42.213 pasangan di Aceh yang melangsungkan pernikahan sepanjang tahun 2020.

Angka ini diperoleh berdasarkan laporan seluruh Kankemenag kabupaten/kota se-Aceh kepada Kanwil Kemenag Aceh.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg melalui Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Drs H Marzuki Ansari MA, Senin (18/1/2021) mengatakan. Covid-19 tidak mengurangi minat pasangan calon pengantin di Aceh untuk melangsungkan pernikahan tahun 2020.

Menurutnya, jika dibandingkan tahun 2019, angka pernikahan tahun 2020 mengalami sedikit penurunan. Namun hanya selisih beberapa peristiwa nikah saja.

Tahun 2019 misalnya, peristiwa nikah di Aceh  sebanyak 45.629. Tapi, hal itu bukan diakibatkan karena wabah Covid-19.

"Covid 19 tidak mempengaruhi jumlah nikah. Cuma tetap teman-teman kita di lapangan memperhatikan  protokol kesehatan. Misal, dalam satu pernikahan dibatasi hanya 10 orang," ujar Marzuki.

Berdasarkan data pernikahan, sebelum adanya kasus Covid-19 di Indonesia, tercatat 3.767 peristiwa nikah di Aceh pada Januari 2020, dan 3.686 peristiwa pada Februari.

Kemudian, saat ditemukannya kasus pertama positif Covid-19 di Indonesia pada Maret 2020 lalu, jumlah peristiwa nikah di Aceh di bulan tersebut berada pada angka 4.098.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg. Foto: Dok. Kemenag Provinsi Aceh.

Kemudian, tercatat 2.164 peristiwa nikah pada bulan April, 232 di bulan Mei, sebanyak 5.664 pada bulan Juni, 3.249 pada bulan Juli, 5.480 di bulan Agustus, 3278 peristiwa pada bulan September, 3.840 pada bulan Oktober, 3.266 pernikahan di bulan November, dan 3.489 di bulan Desember.

Marzuki menjelaskan, jika dilihat pada data pernikahan, setiap bulannya angka pernikahan di Aceh tetap normal, hanya di bulan Mei  mengalami penurunan karena pantangan menikah pada pertengahan bulan antara Syawal dan Zulhijjah.

"Antara Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha tidak ada orang menikah. Bahkan ada beberapa daerah di Aceh tidak melangsungkan pernikahan karena pantangan  atau disebut juga buleun berapit (bulan apit). Karena kebetulan bulan Maret kita Covid, bulan Mei ada kejadian seperti itu. Nah di bulan Juli, Agustus, September kembali normal, bahkan meningkat jika dihitung per-bulan," ungkap Marzuki.

Sejauh ini, Kanwil Kemenag Aceh telah mengintruksikan kepada seluruh Kantor Urusan Agama  di Aceh untuk mematuhi protokol kesehatan agar dapat menekan penyebaran wabah Covid-19. Sehingga layanan di KUA tidak mengalami hambatan.

"Ini juga berkat dorongan masyarakat juga kuat. Masyarakat juga setelah kita sampaikan mereka patuh karena ini bukan hanya di Aceh, secara nasional, bahkan internasional," ujarnya.***

Komentar

Loading...