Terkait Pilkada Aceh 2022

Tengku Malik Mahmud Al-Haytar: Mualem Harus Siapkan Wakil Terbaik dari Internal PA

Tengku Malik Mahmud Al-Haytar: Mualem Harus Siapkan Wakil Terbaik dari Internal PA
Ketua Tuha Peut Partai Aceh, Tengku Malik Mahmud Al-Haytar memberi sambutan pada acara Raker Partai Aceh di Takengon. Foto: waspadaaceh.com

Takengon | Persoalan polemik Pilkada Aceh yang belum menemui titik terang, Ketua Tuha Peut Partai Aceh, Tengku Malik Mahmud Al-Haytar meminta semua Partai Politik di Aceh bersatu mempertahan kekhususan Aceh.

“Saya meminta kepada partai-partai yang ada di Aceh, agar mempertahankan hak-hak kita. Karena di dalam MoU Helsinki, pemilu dilaksanakan lima tahun sekali. Kalau pusat ingin membuat 2024 itu terserah mereka. Namun bagi kita tetap 2022,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan akan menemui Presiden membicarakan Pilkada Aceh.

“Saya sedang menunggu waktunya kapan saya akan pergi ke Mendagri dan Presiden, saya meminta kepada beliau untuk menghormati hak-hak Aceh,” ungkapnya.

Khusus kepada Partai Aceh Tengku Malik Mahmud meminta tiga hal yang harus dilaksanakan Partai Aceh menghadapi Pemilukada. Pertama, dalam waktu satu atau dua bulan, di setiap kabupaten/kota sudah ada calon bupati/wakil. Para calon-calon ini harus bertemu dengan saya untuk saya interview tentang kredibelitasnya dan visi-misinya membangun konstituennya masing-masing.

Kedua, semua calon yang tidak layak untuk dipilih dan pendukungnya masing-masing agar bersatu dan mendorong calon yang dipilih untuk bertanding. Ini perlu agar PA tetap solid dan tidak berkelompok-kelompok.

"Jangan sampai kader Partai Aceh ber-adu sama lain, hilang konsentrasi kita untuk kampanye. Ini harus kita sadar," kata dia memberi sinyal.

Ketiga, saya tidak mau dengar, ada calon harus bayar uang. Ini tidak bisa seperti itu. Kita bangsa Aceh, kita harus punya satu. Hal-hal yang tidak baik dilakukan orang, jangan diikuti.

Tak sampai disitu, masih di atas panggung. Ketua Tuha Peut Partai Aceh ini memperkenalkan Calon Gubernur dari internal Partai Aceh untuk Pilkada Aceh mendatang.

“Calon gubernur dari kita, tidak bukan tidak lain adalah anak saya Muzakir Manaf. Saya jemput dulu dia di Malaysia umur 15 tahun untuk saya bawa latihan militer di Libya. Dan langsung mendapatkan pendidikan ideologi dari almarhum Wali Hasan di Tiro. Kesetiaanya terhadap perjuangan sudah teruji dan luar biasa,” ujar Malik Mahmud.

Menariknya, sosok orang yang dituakan dan dihormati di Partai Aceh ini mengintruksikan, Muzakir Manaf (Mualem) agar memilih calon wakil gubernur di Pilkada mendatang dari Internal Partai Aceh.

“Muzakir siapkan wakilnya, yang terbaik,” mintanya. “Dari Partai Aceh sendiri,” tegasnya.

“Ramai kader-kader Partai Aceh. Dari Bupati, DPRK, DPRA yang ada. Anda pilih mana yang berkenan,” tutupnya.***

Komentar

Loading...