Pangdam IM Silaturrahmi dengan Wali Nanggroe dan Jajaran

Tengku Malek Mahmud Al-Haythar Dukung Program Kodam IM Berdayakan Ekonomi Rakyat Aceh

Tengku Malek Mahmud Al-Haythar Dukung Program Kodam IM Berdayakan Ekonomi Rakyat Aceh
Pertemuan Wali Nanggroe dengan Pangdam IM dan jajaran (Foto: Ist)
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Wali Nanggroe Aceh, Tengku Malek Mahmud Al-Haythar menyatakan dukungannya terhadap program TNI-AD, khususnya jajaran Kodam Iskandar Muda, dalam upaya memberdayakan ekonomi rakyat Aceh.

Itu disampaikan saat menerima kunjungan silaturrahmi Panglima Kodam (Pangdam) Iskandar Muda (IM), Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko bersama Kepala Staf Kodam (Kasdam) IM, Brigjen TNI Brigjen TNI A. Daniel Chardin dan jajaran, Rabu siang (14/8/2019), di Meuligoe Wali Nanggroe Aceh, Lampeunerut, Kabupaten Aceh Besar.

“Kita sudah damai, karena itu mari sama-sama kita berpikir dan berusaha mengisi perdamaian dengan memakmurkan dan mensejahterakan rakyat Aceh. Tanpa kebersamaan dan kerjasama semua elemen di Aceh, hal itu tak mungkin terwujud,” kata Wali Nanggroe.

Juru Bicara Partai Aceh (PA) Muhammad Saleh yang ikut dalam pertemuan itu menjelaskan. Wali Nanggroe Aceh didampinggi jajaran KPA dan Partai Aceh yaitu, Ketua KPA dan DPA Partai Aceh (PA) H. Muzakir Manaf (Mualem), Tgk Zulkarnaini (Tgk Ni), Sarjani Abdullah, Kamarruddin Abu Bakar (Abu Razak, Ketua dan Sekjen Partai Aceh, Sulaiman (Ketua DPR Aceh), Dr. Muhammad Raviq (staf khusus Wali), Azhari Cage (Ketua Komisi I DPR Aceh). 

Sementara bersama Pangdam dan Kasdam IM, hadir Danrem 011/Lilawangsa Lhokseumawe Kol. Inf Purwanto, Danrem 012/Teuku Umar, Meulaboh, Kol. Inf. Arwadi, Kol. Inf. Azwar Usman (As. Intel), Kol. Inf. Wahyu Dili Y (As. Ops), Kol. Inf. Yamin (Aster), Danpomdam IM, Kapendam IM serta sejumlah perwira menengah lainnya.

Silaturrahmi selama dua jam lebih itu berlangsung dalam suasana akrab. “Saat ini isu yang berkembang di Aceh tentang kemiskinan. Itu disebabkan dana APBA tidak terserap dengan maksimal.

“Kami berharap dapat berkerjasama untuk percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat Aceh. Salah satunya, program cetak sawah baru,” kata Pangdam IM, mengawali pembicaraan bertema diskusi ini.

20190814-pangdam-im2

Foto: Ist

Menurut Pangdam IM, paska tsunami merupakan tonggak sejarah perdamaian Aceh. Karena itu, TNI-AD, khususnya jajaran Kodam IM, telah memprioritaskan penerimaan prajurit (Tamtama dan Bintara) 70 persen putra dan putri Aceh, dengan pembagian secara proporsional dari setiap kecamatan di Aceh. Sisanya 20 persen warga Aceh yang sudah 3 tahun domisili (perwakilan) di Aceh.

Dia berharap, perdamaian yang kini sudah terwujud dapat lestari di Aceh. "Dengan damai, kita bisa lebih fokus untuk membangun dan mensejahterakan rakyat Aceh. Termasuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) putri dan putri Aceh," kata Pangdam yang istrinya berdarah Aceh.

Sementara itu, Kasdam IM, Brigjen TNI A. Daniel Chardin menjelaskan. Salah satu usaha peningkatan kesejahteraan rakyat Aceh, melalui kegiatan cetak sawah baru yang telah dilakukan TNI-AD di seluruh Indonesia, termasuk Aceh. Katanya, itu harus diupayakan secara maksimal untuk Aceh.

Menurut Kasdam IM, untuk melaksanakan program tadi, pemerintah pusat ada menyediakan anggaran. "Nah, di Papua dan beberapa daerah lainnya, program tersebut ada yang gagal dan dibatalkan. Karena itu, jika semua sepakat, akan kita fokus di Aceh. Selain dana pusat, jika bisa kita padukan dengan dana APBA," usul Kasdam IM, yang memiliki istri darah Aceh.

Sasaran utamanya sebut Kasdam IM adalah rakyat Aceh, tanpa membeda suka dan latar belakang. “Di Aceh sudah ada forum komunikasi BUMN. Nah, melalui forum tersebut juga dapat dimaksimalkan untuk pembangunan Aceh, sehingga iklim investasi menjadi baik, guna menarik investor ke Aceh,” jelasnya.

Menurut Kasdam IM, sudah saatnya, Pemerintah Aceh bersama jajaran bekerja nyata, memberdayakan ekonomi rakyat, terutama di sektor perkebunan dan pertanian, khususnya cetak sawah baru.

“Saatnya kita bergerak ke arah “politik pemberdayaan ekonomi rakyat. Tidak semata-mata politik di parlemen,” ajak Kasdam IM, Brigjen TNI A. Daniel Chardin, usai pertemuan.

Pertemuan itu semakin menarik, sebab berbagai pendapat muncul. Misal dari Ketua DPR Aceh Tgk Sulaiman yang memaparkan berbagai persoalan, terkait pembahasan dan realisasi APBA 2018 dan 2019.

"Tahun lalu kita Silpa Rp 2 triliun dan tahun ini saya pastikan akan lebih besar. Sebab, hingga saat ini baru terealisasi hanya 30 persen," jelasnya.

Tgk Ni, Abu Razak, Sarjani Abdullah (mantan Bupati Pidie), Staf Khusus Wali Nanggroe, Dr. Muhammad Raviq, menyambut baik program cetak sawah baru tersebut. "Tapi, saya hanya mau konfirmasi saja Pak Pangdam, apakah Bapak ada menerima surat tembusan dari Kemendagri mengenai pembatalan Qanun Bendera dan Lambang Aceh," tanya Ketua Komisi I DPR Aceh Azhari Cage, yang disambut tawa peserta pertemuan.

"Saya pastikan tidak ada dan bagi saya tidak masalah. Hanya saja, kalau bisa dirubah sedikit saja, biar masalah bendera cepat selesai," jawab Pangdam. “Ayo, setelah ini kita makan siang bersama di Rumah Makan Abu Razak,” kata Wali Nanggroe, mengakhiri pertemuan tersebut.***

Komentar

Loading...