Catatan Pilkada Aceh 2017 (bagian satu)

Tarmizi A Karim-T Machsalmina Ali; Tetap Kokoh ‘Dihantam Badai’

Tarmizi A Karim-T Machsalmina Ali; Tetap Kokoh ‘Dihantam Badai’
Istimewa/Fb Ipank (Azwar)

Banda Aceh | Perhitungan perolehan suara hasil Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2017, memang masih terus berjalan. Walau muncul berbagai klaim kemenangan, namun hasil resmi belum diumumkan penyelenggara yaitu KIP Aceh. Bisa jadi klaim antar paslon tersebut mendekati hasil nyata jika mampu di buktikan dengan sah hasil rekapitulasi berdasarkan formulir C1. Begitupun, lepas dari semua hasil nantinya, kehadiran enam paslon ini menarik untuk ditelusuri rekam jejaknya, termasuk tingkat ketokohan atau elektabilitasnya di mata rakyat Aceh.

Sebut saja paslon Ir. H. Tarmizi A.Karim MSc-Ir HT. Machsalmina Ali MM. Paslon ini memiliki arus dukungan dari partai politik nasional besar yaitu Partai Golkar, NasDem dan PAN yang kemudian mencabut dukungannya. Namun, dalam perjalanannya, paslon ini nyaris hampir tak pernah sepi di ‘hantam badai’ baik secara internal parpol pendukung maupun tim sukses atau pemenangan.

Misal, walau diusung Partai Golkar dan NasDem. Kedua parnas ini ternyata tak maksimal bekerja. Alasannya, selain persoalan komunikasi, ketersediaan logistik atau dana juga menjadi masalah. Lebih menohok, karena Tarmizi Karim ogah mengandeng Zaini Djalil, Ketua NasDem Aceh dan menjatuhkan pilihannya pada Sekretaris DPD I Partai Golkar Aceh, sehingga menimbulkan pergesekan serupa di tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut. Kenapa bukan Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, HT, Nurlif?

Selain itu, PAN juga mencabut dukungannya, jelang detik-detik akhir hari H, disusul mundurnya Ketua Tim Pemenangan Sofyan Dawod. Itu sebabnya, banyak pengamat dan pemerhati politik di Aceh dan nasional memprediksikan bahwa paslon ini akan mengalami defisit suara atau berada pada posisi urut kacang dari enam paslon yang ada.

Nyatanya? Paslon mantan birokrat karir ini tak seburuk dan sejelek yang disebutkan dan diprediksi para kader dan oknum elit parpol pendukung maupun relawannya. Lihat saja, dari enam paslon, mereka mampu berada di posisi tiga besar dalam kontestasi Pilkada Aceh 2017 (15.81 %). Ini  berdasarkan rekapitulasi sementara KPU Pusat.

Disebut-sebut, perolehan suara tadi, murni hasil kerja tim relawan dan suara badan Tarmizi Karim-Machsalmina Ali. Bahkan mampu meninggalkan posisi petahana Zaini Abdullah-Nasaruddin (7.11) persen, yang disebut-sebut para tim sukses dan pemenangannya akan unggul. Maklum, kemampuan dana mereka pun relatif berlebih.

Nah, bayangkan saja jika relawan paslon ini tak pecah dan parpol pendukungnya solid, bukan mustahil akan mendulang suara jauh lebih banyak, walau (mungkin) tidak jadi nomor satu. Namun, pesta demokrasi lima tahunan ini sudah berakhir. Dan, satu hal yang patut dicatat bahwa; Tarmizi  A Karim-T Machsalmina Ali telah mampu dan tetap kokoh menghadapi ‘badai’ di tengah musim perubahaan iklim politik Aceh saat ini. Selain itu, bagi T. Machsalmina Ali, dia telah membuktikan kepada para kader dan elit Partai Golkar Aceh dan nasional bahwa dirinya masih memiliki elektabilitas di mata rakyat Aceh sehingga bukan tak mungkin akan memimpin partai ini kelak.***

Komentar

Loading...