Tarif Air Bersih Naik, Seribu Pelanggan Menjerit

Tarif Air Bersih Naik, Seribu Pelanggan Menjerit
Dirut PDAM Tirta Mon Kreung Baro Sigli, Ridwan

Sigli | Seribu lebih pelanggan air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) Muara Tiga, Kabupaten Pidie, menjerit karena tingginya tarif air bersih yang dijual PDAM kepada masyarakat, sehingga merasa tak sanggup membayarnya.

Pantauan MODUSACEH.CO, PDAM milik kecamatan saat ini sudah dikelola PDAM Tirta Mon Kreung Baro, Sigli. Sehingga tiba-tiba tarif air bersih naik dari sebelumnya per kubik Rp 1.800 menjadi Rp 3.000.

Jika dilihat dari pembangunan pompa air dan segala perlengkapan PDAM di Gampong Ingin Jaya, Muara Tiga, yang merupakan bantuan pasca tsunami 24 Desember 2004 lalu, khusus untuk masyarakat di 18 gampong. Namun tarifnya saat ini cukup tinggi sehingga masyarakat mengeluh.

Usman (40) warga Laweung, Kecamatan Muara Tiga, kepada MODUSACEH.CO, Senin (19/8/2019) mengaku. Kenaikan tarif air bersih mengecewakan, sebab sebelumnya dia membayar rekening setiap bulan Rp 40 ribu dan kini harus merogoh kocek hingga Rp 100 ribu. Kondisi ini jelas sangat memberatkan warga. "Tiba-tiba tarif airnya naik," ujarnya.

Seharusnya kata Usman, tarif dinaikkan bertahap agar tidak memberatkan warga. Karena PDAM itu dibangun dengan bantuan pihak lain pasca tsunami, namun naiknya tarif air sangat memberatkan pelanggan dan ada yang tidak mau berlangganan lagi.

"Kami mohon kepada Bupati agar memberi keringanan kepada masyarakat terkait tarif air," pinta Usman.

Direktur PDAM Tirta Mon Kreung Baro, Sigli, Ridwan kepada MODUSACEH.CO, Senin (19/8/2019) mengatakan. Naiknya tarif air bersih sebagai upaya perbaikan pelayanan. Lanjut Ridwan, itu sesuai Surat Keputusan (SK) lama dan untuk saat ini tarifnya memang sudah naik. "PDAM Laweung sudah kita ambil alih pengelolaannya," jelas dia.

Menurut Ridwan, jika masih dipertahankan tarif lama maka untuk uang operasional saja tidak cukup. Apa lagi rekening listrik setiap bulan mencapai Rp 6 juta dan PDAM cuma beroperasi 8 jam.

Untuk saat ini sudah beroperasi hingga 12 jam dan airnya sudah bersih, menggunakan perlatan yang dibutuhkan. Sehingga tarif air harus diberlakukan yang baru agar biaya operasionalnya dapat tertanggulangi. "Kami mohon maaf kepada semua pelanggan PDAM di Kecamatan Muara Tiga, ini terpaksa kita lakukan," tegas Ridwan.***

Komentar

Loading...