Terkait Temuan Sesosok Mayat Wanita di Ladong

Tali yang Terlilit di Kaki Mayat Mutia Ternyata Perban

Tali yang Terlilit di Kaki Mayat Mutia Ternyata Perban
Keluarga Korban
Penulis
Rubrik
Sumber
Mirna Gustina

Banda Aceh | Ternyata tali berwarna putih yang terikat di kaki sebelah kiri mayat Mutia Handayani (36) warga Gampong Meue, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, yang ditemukan tergeletak di pinggir pantai, wilayah Dusun Ujoeng Kareng, Gampong Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Senin sore (30/10/2017) sekitar pukul 15.30 WIB, ternyata balutan perban. (Baca: Geger, Mayat Perempuan Tak Berpakaian Lengkap Ditemukan di Pantai)

Hal tersebut disampaikan kakak sepupu korban Listina (39), warga Gampong Meue, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, saat diwawancarai media ini di depan ruangan Instalasi Jenazah Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA), yang sedang memastikan identitas korban.

“Jadi, di berita yang dibilang kaki kirinya terikat tali itu bukan, tetapi perban karena kondisi kedua kaki korban saat itu luka, makanya dibalut perban,” kata kakak sepupu korban, Selasa sore (31/10/2017).

Listina menceritakan, awal kejadian hilangnya korban pada Kamis pekan lalu. Ia mengatakan korban saat itu sedang mengalami depresi dan gangguan mental akibat meninggal ibu kandungnya dua tahun lalu karena sakit.

“Lima tahun lalu korban bersama keluarganya tinggal di Jakarta ikut abang kandungnya. Saat ayahnya meninggal, Mutia dan ibunya kembali tinggal di Trienggadeng. Selang tiga tahun kemudian ibunya juga ikut meninggal dan itu yang membuat Mutia depresi karena merasa ditinggal orang yang dia sayangi,” cerita Listina dengan sendu.

Lanjutnya, sejak ibunya meninggal korban tetap ingin tinggal sendiri walaupun dengan kondisi seperti itu. Kondisinya semakin memburuk, bahkan dia berhalusinasi dan mengatakan xir8nya telah menikah dengan seorang ‘Tengku’. “Padahal dia belum menikah sama sekali,” ungkapnya.

Semakin hari kondisi korban bertambah buruk, dan mulai berjalan di luar sendiri dengan kondisi linglung, sehingga saat itu saudara-saudaranya mendengar ia meraung kesakitan, setelah diperiksa, ternyata kaki korban terdapat luka yang sudah mulai membusuk.

“Karena itu, kami membawanya ke Rumah Sakit untuk mengobati luka dikakinya dan pihak rumah sakit mengatakan jika korban harus dibawa setiap hari agar lukanya dapat dibersihkan.

Nah, ternyata Mutia trauma dengan rumah sakit, mungkin teringat dengan almarhumah ibunya. Sehingga jika kita ingin membawanya dia tidak mau hingga Kamis pekan lalu, dia lari dari rumah karena takut untuk diajak ke rumah sakit,” jelas Listina.

Pihak keluarga telah berusa mencari korban namun tidak ditemukan, hingga Senin sore kemarin, saudaranya yang berada di Banda Aceh, mengabarkan bahwa ditemukannya sesosok mayat tanpa identitas yang ciri-cirinya mirip dengan korban.

“Ya dari pemberitaan itu kami tahu dan datang serta mengecek langsung. Ternyata benar, itu Mutia,“ akhir cerita Listina dengan muka lelahnya.***

Komentar

Loading...