Nafsu Bejat AM, Derita Jiwa DR

Takut Foto Bugilnya Disebar, Terpaksa Lakukan Hubungan Badan

Takut Foto Bugilnya Disebar, Terpaksa Lakukan Hubungan Badan
Ilustrasi (Foto: net)
Sumber
Laporan Kontributor Nagan Raya

 

Nagan Raya | Umurnya memang masih 22 tahun dan statusnya mahasiswa pula. Tapi, cara dan perbuatan “bejat” AM, memang buat masyarakat di Kabupaten Nagan Raya, geleng-geleng kepala.

Entah memang sudah bawaan badan atau terpengaruh film dewasa. Yang jelas, AM mampu menjerat dan menjebak DR, masuk dalam perangkap nafsu syahwatnya.

AM adalah warga Desa Ie Beudoh, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya. Dia berkenalan dengan DR. Singkat cerita, perkenalan itu pun akhirnya mengarah pada perbuatan hubungan badan tanpa ikatan sah atau pernikahan.

Lagi-lagi, entah karena dipaksa atau kemauan sendiri, DR mau saja memotret dirinya (maaf) tanpa busana alias bugil. Lalu, foto-foto tadi diperoleh AM dan dijadikan “senjata ampuh” untuk memuaskan nafsu syahwatnya.

Jika DR tak mau, AM mengancam akan menyebarkan foto-foto tadi di media sosial (medsos).

Bayangkan, dia mengancam DR untuk melakukan hubungan badan. Jika DR menolak, dia mengancam akan menyebarkan semua foto tadi di media sosial (medsos).

“Korban akhirnya bersedia memenuhi keinginan tersangka AM. Apabila tidak menuruti keinginan tersangka, maka ia akan menyebar foto bugil pacarnya ke sosial media,” kata Kapolres Nagan Raya, AKBP Risno SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Fadilah Aditya Pratama SIK di Suka Makmue, Sabtu.

Nah, dari sinilah niat busuk AM mulai bermain. “Tersangka AM merayu korban dan memaksa korban untuk mau melakukan hubungan badan, dengan janji akan menikahinya korban,” kata AKP Fadilah.

Sadar dirinya telah menjadi pemuas nafsu AM, korban DR akhirnya mengadu kepada orang tuanya. Selanjutnya, melapor ke polisi. Selanjutnya, dilakukan visum et repertum terhadap korban.

“Kasus ini terungkap setelah korban bersama orang tuanya membuat pengaduan ke polisi,” kata Kasat Reskrim AKP Fadillah Aditya Pratama SIK, Jumat sore di Suka Makmue.

Berdasarkan keterangan sementara yang diperoleh penyidik, tersangka melakukan hubungan badan dengan korban sejak bulan Mei 2018 lalu di belakang Kompleks Perkantoran Suka Makmue. AM terus memaksa DR hingga kembali terjadi bulan Juli 2019 serta Maret 2020 lalu.

20200627-tersangka

Tersangka AM (Foto: antaranews.co)

“Tersangka AM juga merayu korban dan memaksa korban untuk mau melakukan hubungan badan, dengan menjanjikan akan menikahi korban,” ungkap AKP Fadilah.

Atas perbuatannya, tersangka AM diduga telah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal  76D UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2).

“Selain itu, UU RI Nomor 17 Tahun 2016, tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 1 Tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang,kata AKP Fadillah Aditya Pratama SIK. Jika terbukti, AM terancam hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.**

Komentar

Loading...