Breaking News

Takut Dijemput Paksa, Ibrahim Menyerah

Takut Dijemput Paksa, Ibrahim Menyerah
Ibrahim Nyak Mad tersangka dugaan korupsi dana pembangunan Lapangan Bola Indra Jaya, saat diperiksa kesehatannya oleh dr Dwi Wijaya di ruang Kejari Pidie, Jumat (20/9/2019).

Sigli | Setelah mantan Kadispora Pidie, Drs Arifin ditangkap di rumahnya beberapa hari lalu. Akhirnya Ibrahim Nyak Mad menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie, Jumat (20/9/2019). Bahkan diduga Ibrahim takut dijemput paksa ke rumah, sehingga dia memilih menyerahkan diri.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pidie, Efendi, SH, kepada wartawan, Jumat (20/9/2018) mengatakan, sebelumnya tim Kejari Pidie sudah berangkat ke Banda Aceh dan setiba di Saree, Aceh Besar, tiba-tiba kawan Ibrahim menghubungi dan memberi tahu Ibrahim sudah berada di Sigli. "Saya minta dibawa ke Kejari Pidie," jelasnya.

Selanjutnya kata Kajari pukul 14.30 WIB Ibrahim langsung ke kantornya menyerahkan diri. Sehingga pihak Kejari mengapresiasi niat baik dari Ibrahim Nyak Mad mau menyerahkan diri. "Terima kasih kepada teman-teman wartawan yang sudah menginformasikan kepada Ibrahim agar menyerahkan diri," paparnya.

Kemudian kata Kajari, Ibrahim dalam kasus dugaan korupsi pembangunan lapangan bola Indra Jaya sebagi calo penyedia tanah lapangan, sehingga ikut menikmati uang tersebut. Sedangkan kondisi kesehatan Ibrahim setelah diperiksa oleh dokter tidak ada masalah. Lalu tersangka akan dititipkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Kajhu Aceh Besar. "Ini pertimbangan pihak Jaksa," jelasnya.

Sebelumnya Ibrahim Nyak Mad, terlibat korupsi pembangunan lapangan di Indra Jaya. Dari hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) Aceh, negara dirugikan Rp1.186.024.000 dari total anggaran yang bersumber dari Otonomi Khusus (Otsus) 2017, Rp2.389.819.000.

“Kerugian negara hasil audit BPKP Rp1.186.024.000,” sebut Kajari.***

Komentar

Loading...