Tak Terima Jalan Ditutup, OTK Rusak Pembatas Jalan

Tak Terima Jalan Ditutup, OTK Rusak Pembatas Jalan
Penulis
Rubrik

Bireuen | Ada kala tak semua kebijakan Pemerintah Kabupaten Bireuen berpihak dan diterima dengan baik oleh masyarakat.

Buktinya, ada satu kebijakan yang tidak diterima. Lihat saja, secara diam-diam ada orang merusak kebijakan tersebut. Lantas apa kebijakan yang dirusak itu?

Begini cerita, Pemerintah Kabupaten Bireuen membuat satu kebijakan menutup jalan dua jalur di pusat kota.

Persis di jalan protokol, pada arah putar balik itu ditutup dengan menggunakan road barrier beton (pembatas jalan).

Penutupan itu hampir sebulan lalu dipasang, dan akhirnya membuat masyarakat pengguna kenderaan kecewa, lantaran harus putar balik lebih jauh.

Tak terima kedaan itu, ternyata diam-diam di waktu sunyi, ada orang yang berani menghancurkan dan mengacak barrier beton tadi.

Bukan hanya itu, pot bunga sebagai pembatas jalan arah balik di depan tugu Kota Juang juga ikut dirusak. Tidak ada yang tahu siapa pelakunya.

“Tadi pagi saya lihat sudah hancur Bang, mungkin tadi malam dihancurkan waktu sudah sunyi,” kata Herman kepada media ini, saat berolah raga lari pagi di seputar tugu, Senin, 22 Februari 2021.

Kata Herman, sepertinya kebijakan Pemerintah Bireuen ini harus dievaluasi kembali.

Lagi pula banyak warga yang kecewa atas penutupan jalan, bukan hanya pengguna jalan. Pedagang pakaian dan barang lainnya juga kecewa, karena jalan menuju ke arah mereka ditutup,” ujar Herman warga Kota Bireuen.

Sebelum tindakan perusakan oleh OTK tadi, memang kebijakan itu akan dievaluasi kembali akibat banyaknya masyarakat Bireuen yang kecewa.

Namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda apakah penutupan jalan itu ditinjau ulang.

Kepala Dinas Perhubungan Bireuen, Ismunandar ST MT kepada wartawan sebelumnya menjelaskan. Penutupan jalan itu keputusan bersama dalam rapat forum lalulintas dan angkutan jalan yang digelar beberapa waktu lalu, untuk mencegah kecelakaan dan ketertiban lalu-lintas di kawasan tertib lalulintas tadi.

“Simpang jalan itu kita tutup karena sering kecelakaan dan kesemrawutan lalulintas. Saat ini baru satu sektor kita tertibkan, juga jalan keluar dan masuk ke terminal. Selanjutnya kita tertibkan perubahan jalan masuk dari jalan Listrik keluar jalan Jati,” jelasnya.***

Komentar

Loading...