Tak Punya Toilet di Tempat Wisata Jadi Hambatan Dispudpar Aceh Tarik Wisatawan

Tak Punya Toilet di Tempat Wisata Jadi Hambatan Dispudpar Aceh Tarik Wisatawan
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin, SE., M.Si., Ak
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin, SE., M.Si., Ak mengakui. Banyak tempat wisata di Aceh yang tidak memiliki kamar mandi dan toilet. Sehingga, menjadi salah satu kendala dalam menarik minat wisatawan dalam negeri dan manca negara untuk mengunjungi Aceh.

"Saya sudah pergi ke sana (Museum Tsunami Aceh, Museum Aceh) dan melihat kondisi toilet serta beberapa fasilitas kurang baik. Ini juga menjadi salah satu sebab kurangnya wisatawa ke sana. Maka, ke depan kita akan memilikinya," harap Jamaluddin saat peluncuran Kalender Even Wisata di Aceh selama 2019, di Banda Aceh, Senin (25/2/2019).

Menurutnya, kesediaan fasilitas kamar mandi yang bersih dan memadai menjadi penting, karena Aceh telah mengkampanyekan wisata religius berdasarkan penetapan syariat Islam. Namun, jika di banyak tempat wisata kurang tersedia kamar mandi maka akan timbul kesan tak baik.

"Bukan hanya di Museum Aceh, tapi di banyak tempat destinasi wisata di Aceh tidak tersedia toilet dan mushalla. Kita mengembang wisata syariah. Tapi, mushalla belum ada. Bisa jadi orang yang datang hanya mampir di toilet. Tapi, karena melihat toilet tidak ada akhirnya dia tidak mampir lagi. Sehat, kalau dia mampir, pasti akan makan dan dapat menambah pemasukan bagi warga sekitar," ungkapnya.

Jamaluddin mengakui, walau ada penambahan kunjungan wisatawan ke Aceh. Namun, masih jauh dari harapan semua pihak. Seharusnya, dengan banyaknya destinasi wisata di Aceh dan banyaknya even yang diselenggarakan Pemerintah Aceh akan bisa meningkatkan kunjungan. Namun, yang terjadi sekarang belum mencapai target.

"Ini tanggungjawab kita semua dan perlu kepakaan masyarakat terkait penyediaan toilet yang bersih. Sehingga, memperlihatkan pada dunia bahwa kita bisa menyajikan parawisata yang baik, sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam," harap mantan Kepala Dinas Keuangan Aceh ini.***

Komentar

Loading...