Jamaah Meunasah Sangsoe Samalanga Bantah

Tak Ada Hubungan Pemukulan Imam Meunasah dengan Aksi Damai

Tak Ada Hubungan Pemukulan Imam Meunasah dengan Aksi Damai
Penulis
Rubrik

Bireuen | Pengeroyokkan terhadap Imam Munasah Sangso, Samalanga, Mustaqim yang dikaitkan atau berhubungan dengan aksi damai, Jumat kemarin di kantor Camat dan dilakukan warga Muhammadiyah, dibantah sejumlah jamaah yang melaksanakan shalat magrib berjamaan di meunasah itu.

Bantahan tersebut dilayangkan sejumlah jamaah kepada Ketua DPD Muhammadiyah Bireuen, dr. Athaillah A Latif SpoG, melalui pesan WhatsApp dan pesan itu diteruskan kepada media ini.

Dijelaskan, insiden kecil itu terjadi saat shalat maghrib di Meunasah Sangso dan tidak ada hubungannya dengan aksi damai penolakan pembangunan Masjid Taqwa.

Dalam pesan itu tertulis juga, insiden ini bukan reaksi atas aksi damai. Tapi, ini murni insiden jamaah yang shalat magrib di Meunasah Sangso. Saat itu, setelah azan magrib ada sebagian jamaah yang masih melaksanakan shalat sunat qabliyah. Tiba-tiba ada orang yang terus maju dan berdiri menjadi imam dan ada orang yang terus mengambil mikropon untuk iqamat.

Nah, disitulah ada yang melarang dengan menarik kebelakang dan ada yang mendorong serta tetap maju, sehingga terjadi insiden dorong mendorong dan tarik menarik. Ada yang berebut dan mempertahankan mikropon sehinga kemungkinan terjadi lecet terkena tarikan tali mickropon.

Lalu terjadi keributan kecil, saat itu di meunasah juga ada sekitar empat orang polisi yang berjaga sehingga saat insiden terjadi polisi langsung masuk ke dalam meunasah.

Setelah insiden itu bisa diatasi, shalat maghrib berjamaah tetap bisa berjalan. Kelompok yang tidak berhasil merebut menjadi imam, malah keluar dari meunasah pada saat orang lain mendirikan shalat maghrib berjamaah.

Setelah selesai shalat maghrib berjamaah, datang Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto dan rombongan untuk shalat maghrib berjamaah di Meunasah Sangso. Setelah selesai shalat, Kapolres berbincang-bincang dengan jamaah.

Jadi, sama sekali tidak ada insiden penganiayaan atau pemukulan imam ataupun perkelahian yang melukai kelompok tertentu, sebab ada polisi di meunasah saat kejadian.

“Jangan ada lagi menyebar fitnah keji yang justru merusak perdamaian dan semakin membuka bara permusuhan sesama saudara kita,” tulis dokter spesialis kandungan itu melalui pesan WhatsApp kepada media ini, Sabtu 29 September 2018.***

Komentar

Loading...