Drh. Taing Lubis: Trenggiling Mamalia Paling Banyak Diburu di Dunia

Drh. Taing Lubis: Trenggiling Mamalia Paling Banyak Diburu di Dunia
drh. Taing Lubis
Penulis
Rubrik

Bireuen | Drh.Taing Lubis dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh yang hadir sebagai saksi ahli dalam persidangan kasus penjualan Sisik Trenggiling  mengaku. Trenggiling merupakan mamalia yang paling diburu di dunia.

Itu disampaikan Taing pada media ini, Selasa (24/9/2019), sebelum sidang dengan terdakwa Husaini SP bin Hasballah (61) dimulai.

“Trenggiling dimanfaatkan orang sebagai obat-obatan tradisional, dan paling banyak diburu. Maka statusnya naik menjadi kritis,” sebut dia.

Binatang mamalia yang satu ini katanya, sulit dihitung jumlah habitatnya. Sebab, ada beberapa faktor yang mengakibatkan habitat binatang itu sulit dihitung.

”Karena sifat binantang ini bergerak di malam hari dan sifat pemalu. Jadi dalam satu habitat, Trenggiling belum tentu dapat koloninya,” jelas Taing.

Dengan nada bertanya, Taing menyebutkan kenapa binatang ini dilindungi? Pertama ungkap Taing, karena populasinya sedikit, reproduksi dan habitannya juga terbatas.

“Trenggiling ini hidupnya hanya tujuh tahun sama seperti kucing,” katanya.

Taing juga menyebutkan, lantaran dimanfaatkan sebagai obat-obatan tradisional, makanya binatang bersisik itu diburu. “Kalau kita tak peduli maka habislah habitatnya,” ujar dia.

Kata Taing, mahalnya harga Trenggiling karena banyak orang yang mengambaikan kesadaran pengetahuannya. Walau telah dilakukan sosialisai, tapi tetap saja diburu karena harganya mahal.

“Orang mengutamakan berapa harganya dan berapa keuntungannya,” ungkap Taing.***

Komentar

Loading...