Tahun Depan, Pemerintah Aceh Bangun Tanggul Muara Krueng

Tahun Depan, Pemerintah Aceh Bangun Tanggul Muara Krueng
Penulis
Rubrik
Sumber
okezone.com

Meulaboh | Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat Provinsi Aceh Muhammad Iqbal mengatakan, pemerintah akan membangun break water atau tanggul penahan gelombang di muara Krueng Cangkoi pada tahun 2018 mendatang.

"Sudah kita usulkan pembangunannya dengan dana otsus 2018. Kita sudah miliki DED dan hanya perlu melakukan review untuk memulai pembangunan tanggul sepanjang 100 meter di Muara Kreung Cangkoi itu," kata Iqbal saat dihubunggi di Banda Aceh, Rabu (3/5/2017).

Sebelumnya, Kapal Motor (KM) Nagan Raya dihempas gelombang pasang saat tertahan di Muara Kreung Cangkoi pada Rabu dini hari dan menyebabkan hancurnya kapal tersebut sehingga dinilai perlu dibangun tanggul.

Iqbal mengakui tanggul penahan gelombang yang ada di muara saat ini belum maksimal, karena baru satu sisi yang telah berhasil dibangun pemerintah pada 2016 dengan anggaran senilai Rp2,8 miliar, sementara satu sisi lagi ukurannya masih pendek.

Karena itu Pemkab Aceh Barat telah mengusulkan anggaran melalui dana Otonomi Khusus (Otsus) 2017 dan telah dibahas di dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musenbang) di Bappeda Aceh dan sudah disetujui pembangunannya pada 2018.

"Nanti kita bongkar lagi sisi kiri itu, kemudian baru dibangun menjulang sekitar 100 meter ke arah laut. Termasuk normalisasi mulut muara itu akan kita lihat nanti apakah butuh diperdalam, selama ini pasir dibawa arus karena tanggul belum sama panjang," sebutnya.

Baca juga : Ini Harapan Wakil Gubernur Aceh Mualem Pada KONI Aceh

Kondisi Muara Kreung Cangkoi masih menjadi salah satu persoalan besar bagi nelayan Aceh Barat yang harus diselesaikan karena merupakan jalur utama menuju Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Ujong Baroh membongkar hasil tangkapan.

Karena lokasi muara Krueng Cangkoi yang begitu penting terhadap arus keluar masuknya kapal nelayan itu maka harus ada jaminan keselamatan agar kapal terhindar dari bahaya dan korban harta benda.

Iqbal menjelaskan tidak semua kapal tersangkut atau kandas di muara tersebut dan banyak kapal nelayan lain bisa lewat dengan lancar dengan mengambil celah saat air pasang untuk bisa masuk dengan leluasa.

"Kondisi muara itu sudah sama-sama kita ketahui, seharusnya nelayan juga memperhatikan juga keselamatan, jangan asal masuk. Tidak semua kapal kandas di muara itu, bila pawang laut yang jeli pasti bisa lewat," tuntasnya.***

Komentar

Loading...