Breaking News

Teuku Umar Johan Pahlawan

Syahidnya Dikenang Sepanjang Masa

Syahidnya Dikenang Sepanjang Masa
Komandan KOREM 012/TU Kolonel Inf Aswandi SE saat memimpin dan membacakan naskah renungan suci Syahid Teuku Umar Johan Pahlawan. Foto MODUSACEH.CO/Juli Saidi
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Diisi dengan baca puisi dan nonton film Cut Nyak Dhien bareng, renungan suci memperingati syahidnya pahlawan nasional asal Meulaboh, Teuku Umar Johan Pahlawan dalam melawan penjajah Belanda pada 11 Februari 1899 silam itu, diawali pada Minggu malam (9/2/2020) di Desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.

Komandan Korem (Danrem) 012/TU Kolonel Inf Aswandi SE, memimpin acara serta membacakan naskah renungan suci syahidnya Teuku Umar Johan Pahlawan ke 121 tahun 2020.

Danrem 012/TU, menyatakan hormat yang sebesar-besar atas keihklasan dan kesucian pengorbanan Teuku Umar Johan Pahlawan dalam pengabdiannya terhadap perjuangan demi kebahagiaan bangsa, negara dan daerah kami.

“Yang jelas gugurnya Teuku Umar merupakan acuan kita bahwa beliau gugur, syahid karena memperjuangkan wilayah Aceh Barat. Intinya dan secara keseluruhan nasional,” ujar Kolonel Inf Aswandi, SE, Minggu malam (9/2), usai acara dilaksanakan.

Lanjut dia, tentunya banyak nilai-nilai yang bisa diambil dari perjuangan Teuku Umar Johan Pahlawan, yaitu semangat pantang menyerah, nilai agama dan lainnya yang sedapat mungkin dijadikan acuan atau rujukan untuk negara tercinta ini.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Aceh Barat, Muhammad Ali Taufik, Minggu (9/2) malam mengatakan. Kegiatan ini untuk memperingati syahindnya Teuku Umar Johan Pahlawan dan dilaksanakan setiap tahun.

Namun acara memperingati pahlawan nasional tersebut, masih pada kegiatan pemerintah daerah. Ia mengaku, peringatan tersebut untuk mengenang dan mendorong semangat perjuangan Teuku Umar agar diwarisi kepada generasi kedepan.

“Semangat perjuangan Teuku Umar harus diwarisi kepada kita-kita semua, sehingga kita masih semangat membangun Indonesia ini kedepan,” ujar Muhammad Ali Taufik.

Menurut Muhammad Ali Taufik, setelah renungan suci, hari ini-Senin (10/2/2020) dilanjutkan napak tilas dengan melibatkan 24 tim. Mereka berasal dari sekolah, perguruan tinggi, instansi pemerintah, kecamatan dan gampong (desa).

Untuk rute napak tilas, etape I dimulai dari Batee Puteh Desa Ujong Kalak menuju sampai ke Reudep, Kecamatan Meureubo. Kemudian etape II dari Redep sampai Kedee Tanjong menuju Mogo-tempat Teuku Umar Johan Pahlawan dimakamkan. “Dari Batee Puteh Ujong Kalak sampai ke Mugo, itu jalan kaki,” jelas Muhammad Ali Taufik.

Nah, Selasa (11/02/2020) dilanjutkan doa serta berakhirnya kegiatan memperingati syahidnya Teuku Umar. Menurut Muhammad Ali Taufik, memperingati syahidnya Teuku Umar, itu sudah dilangsungkan sejak 1990 silam.***

Komentar

Loading...