Breaking News

Lanjutan AKD Paripurna DPRA

Susunan AKD Disahkan, Fraksi Demokrat Menolak

Susunan AKD Disahkan, Fraksi Demokrat Menolak
Penulis
Rubrik

Banda Aceh l Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) kembali mengelar rapat lanjutan peripurna DPR tahun 2020, guna penetapan anggota Alat Kelengkapan DPRA Aceh.

Rapat paripurna itu berlangsung di Gedung Utama DPRA, Jalan Tengku Daud Beureueh, Kuta Alam, Banda Aceh, Jumat, 17 Januari 2020 ini, mensahkan sususan AKD. 

Namun, ada tiga fraksi yang tidak dibacakan susunan AKD yaitu; Fraksi Partai Demokrat, Partai Golkar dan Partai PPP. Ini dikarenakan fraksi tersebut tidak memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. 

Fraksi Partai Demokrat mengancam akan menolak hasil Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), tentang penetapan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). 

Penolakan hasil paripurna itu karena pimpinan DPRA tidak membacakan surat masuk dari fraksi mereka terkait nama-nama anggotanya ke dalam AKD yang telah diserahkan. Keputusan itu diambil setelah melakukan interupsi.

Ketua Fraksi Demokrat, HT Ibrahim mempertanyakan alasan pimpinan DPRA tidak mengumumkan surat fraksi yang telah dikirimkan. Karena itu ia meminta semua surat masuk harus dibacakan seluruhnya.

"Surat fraksi kami sudah dikirim, kenapa tidak dibacakan, tolong surat kami dibacakan, ngak boleh tidak dibacakan, mohon pengertiannya," kata Ibrahim.

Dia menegaskan, surat mereka sebelumnya masih berlaku, karena saat dalam persidangan pimpinan belum menyatakan telah membatalkannya. Selain itu, pihaknya menolak keputusan paripurna yang telah ditetapkan tersebut. 

Selain itu, Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) H. Ihsanuddin Mz mengatakan, apapun yang telah dibacakan tahun lalu oleh  Sekertaris Dewan dan juga pada saat itu di skors dengan bunyi "sidang paripurna diskors dengan batas waktu tidak ditentukan". 

"Tetapi pada hari ini sudah terjadi pembacaan lagi terhadap fraksi  alat kelengkapan dewan. Padahal sudah dibacakan sebelumnya," jelasnya. 

Ketua DPRA, M. Dahlan menyahuti hal tersebut, menurutnya skor sidang sudah dicabut. Kemudian, karena ada dinamika atas inisiatif dewan, maka diagendakan beberapa pertemuan ulang tanggal 6, 7 dan 9 Januari 2020. 

"Salah satunya adalah penjadwalkan ulang yang kita skors. Kita menyepakati bahwa hari ini terkait nama yang sempat dibacakan paripurna yang sempat diskors yang juga menjadi pemicu pada saat itu, kerena belum menjadi keputusan kita tidak teruskan," jelasnya menjawab interupsi sejumlah anggota DPR Aceh Fraksi Partai Demokrat, Golkar dan PPP. 

Selain itu, sebelumnya pimpinan dewan mengembalikan nama nama anggota AKD untuk dapat  kembali mengajukan usulan nama nama untuk didistribusikan dalam AKD sesuai dengan aturan yang berlaku.***

Komentar

Loading...