Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Temu Kader Partai Nasdem se-Aceh

Surya Paloh: Aceh Jauh Tertinggal, Sudah Miskin Tapi Sombong!

Surya Paloh: Aceh Jauh Tertinggal, Sudah Miskin Tapi Sombong!
Surya Paloh pada temu kader, Banda Aceh/Foto MODUSACEH.CO/Juli Saidi
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh mengaku. Kini Aceh menghadapi sebuah proses yang cukup dilematis.

Tokoh nasional asal Aceh ini, menegaskan, Aceh saat ini belum menampakkan hal lebih baik. Sementara dana Otomi Khusus (Otsus) mau berakhir.

“Dana Otsus sudah hampir selesai. Kita menghadapi sebuah proses yang cukup dilematis. Ada Otsus, tapi tidak juga menampakkan hal yang lebih baik. Luar biasa, ngak ada,” kata Surya Paloh pada temu kader di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Jumat petang (21/02/2020).

Bahkan ujar Surya Paloh, sejarah mencatat Aceh pernah hebat. Bahkan pada abad ke 16 Aceh pernah pakai uang dirham.

Bukan hanya itu, sebut Surya Paloh Aceh memiliki laksamana perang pertama di Indonesia bahkan dunia yaitu Laksamana Malahayati.

“Tetapi sekarang sudah jauh tertinggal dari daerah-daerah lain. Bahkan mungkin akan jauh tertinggal dari daerah yang tandus,” tegas Surya Paloh sembari disambut tepuk tangan kader NasDem se-Aceh, Jumat.

Parahnya lagi. Menurut Surya Paloh, Aceh menghadapi realita yang ada saat ini yaitu kemiskinan, dan pengangguran bertambah.

“Kini Aceh menghadapi realita yang ada saat ini. Sudah miskin sombong lagi. Dan saling menyalahkan, tidak pernah mau mengatakan saya ikut bertanggungjawab,” kritik politisi nasional ini.

Itu sebabnya, Surya Paloh mengaku ingin melihat Aceh lebih hebat dan berharap dana Otsus untuk Aceh agar diperpanjang.

“Kalau bisa janganlah dihentikan segera pada waktunya, perpanjanglah sedikit waktunya,” kata Surya Paloh.

Usai pertemuan kader, Surya Paloh pada insan pers kembali menegaskan dan berharap dana Otsus Aceh bisa diperpanjang kembali.

“Itu katakanlah bahagian konsen saya Ketua Umum Partai NasDem mau pun sebagai anak Aceh. Kita cobalah untuk memperjuangkan agar diperpanjang sedikit, paling itu,” katanya.

Pesan Surya Paloh

Saat media ini meminta pesan dari tokoh nasional yang juga putra Aceh ini dalam membangun Aceh, Surya Paloh berharap buang energi yang tidak berarti.

“Buang energi kepada hal-hal yang tidak berarti, tidak boleh diteruskan, energi itu harus kita saving,  kita simpan untuk hal-hal yang produktif,” ujarnya.

Begitu juga  saling bertikai, saling menyalahkan, menurutnya itu adalah energi yang terbuang cuma-cuma.

“Bertikai antara kita, saling menyalahkan antara kita, itu menurut saya energi pecuma,” sebut Surya Paloh.

Baiknya ajak Surya Paloh, untuk membangun Aceh dengan sistem pendekatan dan membangun kekuatan antara Aceh itu sendiri.

“Bagusnya kita punya aspirasi bersama, kita membangun Aceh ini dengan pendekatan membangun kekuatan antara kita, itu pesan saya,”

Lanjut Surya Paloh. Untuk membangun daerah sendiri jangan berharap pada orang lain, itu belum tentu.

“Dan jangan harap pada orang lain, orang lain akan berhiba hati, belum tentu, berpulang pada masyarakat Aceh sendiri. Masyarakat bawah, masyarakat biasa dan pemimpin masyarakat, pemimpin masyarakat paling pokok,” pesan Surya Paloh.

Nah, siapa saja pemimpin masyarakat yang dimaksud Surya Paloh? Tentu banyak civitas akademika, para ulama-ulama, abu-abu, dan kalau ada entrepreneur.

Lalu, dana Otsus Aceh akan berakhir sekitar tahun 2027 mendatang. Kemudian sejak tahun 2008 sampai tahun 2018 berdasarkan data Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Aceh atas audit Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2018, jumlah dana Otsus Aceh yang sudah diterima senilai Rp 64 triliun lebih.***

Komentar

Loading...