Sumber dan Besaran Anggaran Belum Jelas, Vaksinasi Jalan Terus

Sumber dan Besaran Anggaran Belum Jelas, Vaksinasi Jalan Terus
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat Syarifah Jumaidah (dua dari kiri). Foto: Juli Saidi | MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Usai dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat. Kepala Dinas Kesehatan setempat Syarifah Jumaida, SKM. M.Si, Rabu (3/3/2021) mengaku. Kini pihaknya sedang meaksanakan vaksin tahap dua untuk tenaga kesehatan di Aceh Barat.

Dan, jumlah dosis vaksin yang diterima sama dengan tahap pertama, sebanyak 1.867 dosis.

“Tahap satu dan tahap dua, dosis yang sudah kita terima tiga ribu lebih,” kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat Syarifah Jumaidah, di DPRK Aceh Barat, Rabu.

Untuk vaksin tahap pertama, diakui Syarifah sudah rampung semua. Sedangkan tahap kedua mencapai 14 persen.

“Sekarang lagi berlangsung dan berakhir 6 Maret 2021 nanti,” ujar Syarifah.

Jumlah tenaga kesejatan yang divaksin mencapai 2.292 jiwa. Mereka berasal dari dua rumah sakit swasta, laboratorium, rumah sakit umum milik daerah dan tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas yang ada di Aceh Barat.

Nah, untuk petugas yang melaksanakan tugas vaksin tersebut, Dinas Kesehatan Aceh Barat memakai jasa tenaga kesehatan, sebanyak 111 orang. Mereka lima orang masing-masing Puskesmas dan dari Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Meulaboh.

Yang jadi persoalan, vaksin dijalankan terus sementara sumber anggaran untuk honorarium tenaga kesehatan belum jelas, terutama berapa besar honorium yang akan diberikan.

Syarifah mengaku, sumber anggaran untuk transportasi dan honorium tenaga kesehatan yang melaksanakan tugas vaksin, akan diambil dari uang daerah. “Anggarannya pemerintah daerah,” sebut Kadinkes Aceh Barat itu.

Sayangnya, belum diketahui besar honorium yang akan diberikan pada tenaga kesehatan yang bertugas tersebut.

Bahkan, Syarifah juga mengaku, Daftar Penggunaan Anggaran (DPA) dinas yang ia pimpin itu, belum diterima. “DPA belum turun, tapi kami jalan terus. Ini wajib,” sebut Syarifah.

Selain honorarium Nakes, insentif tenaga kesejatan yang laksanakan vaksin juga belum diketahui sumber anggaran serta berapa besar insentif yang akan diberikan kepada masing-masing tenaga kesehatan itu.

“Belum ada penetapan insentif, juga belum tahu berapa honornya, kita sesuaikan,” sebut Syarifah.

Tambah Syarifah Jumaidah, untuk anggaran insentif yang melaksanakan, tugas vaksin disesuaikan berdasarkan Peratuaran Dinas Kesehatan.

Karena itu, Ketua Komisi IV DPRK Aceh Barat Ahmad Yani dan Dinas Kesehatan Aceh Barat, harus membuat kajian dan perencanaan anggaran untuk kegiatan vaksin.

“Kalau vaksin ini dijalanlan terus sementara sumber anggarannya belum tentu, kita takut akan jadi permasalahan jika nanti digunakan dana APBK.

Karena itu Ahmad Yani minta Dinas Kesehatan Aceh Barat, mengkaji peruntukan anggaran untuk kegiatan Covid-19.

“Kita perlu tahu juga penggunaan anggaran untuk apa saja,” akui Ahmad Yani, Rabu.***

Komentar

Loading...