Muswil DPW PPP Aceh

Suharso Monoarfa: Kader Aceh Punya Solidaritas dan Soliditas Kuat

Suharso Monoarfa: Kader Aceh Punya Solidaritas dan Soliditas Kuat
Foto: Firdaus Hasan.

Banda Aceh | Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aceh menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) IX di salah satu hotel di Banda Aceh.

Muswil itu dimulai, Jumat kemarin hingga hari ini. Muswil di buka langsung Ketua Umum PPP Ir. Suharso Monoarfa.

Hadir juga dalam acara Muswil ini, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Persatuan Pembangunan Arwani Thomafi.

Salah satu agenda Muswil adalah pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Aceh yang baru dengan sistem formatur.

Lima kandidat menyatakan diri siap maju sebagai calon Ketua DPW partai berlambang Ka'bah ini. Di antara Tgk H Amri M Ali (petahana), Hj Illiza Sa'aduddin Djamal, Drs H Anwar Idris (anggota DPR RI dari Dapil Aceh).

Selain itu ada Tgk Mudawali Ibrahim yang saat ini masih menjabat Ketua DPC PPP Aceh Timur serta H. Ihsanuddin MZ (anggota DPR Aceh) yang juga Ketua Fraksi PPP di DPR Aceh.

Kegiatan berlangsung secara tatap muka dengan protokol kesehatan covid-19 ini dihadiri 23 Ketua DPC dan Sekretaris Partai PPP seluruh Aceh.

Suharso mengatakan. "Partai PPP merawat persatuan dengan pembangunan itu tema besar sepanjang tahun hingga menjemput Pemilu 2024".

Ketua Umum PPP, Ir Suharso Monoarfa. (Foto: Firdaus Hasan)

Menurutnya, tema itu diusung karena banyak alasan dan argumentasi, setidak-tidaknya dari diksi merawat persatuan dengan pembangunan tersebut.

Itu sebabnya, Suharso mengajak semua kader PPP Aceh dan seluruh Indonesia  untuk merawat persatuan dengan pembangunan. Alasannya, karena semua itu adalah keniscayaan yang memang menjadi sebuah mandat dari negara.

Selain itu Suharso mengapresiasi kinerja kader PPP di Aceh. Menurutnya meski pun saat Pemilu 2019 lalu, Prabowo menang di Aceh hingga 80 persen namun perolehan suara PPP justeru meningkat.

Berbeda dengan daerah lain seperti Jawa barat yang sama-sama memenangkan Prabowo justru suara perolehan suara PPP menurun. "Itu terjadi karena kader PPP Aceh mempunyai solidaritas dan soliditas yang kuat," ujarnya.

Sementar itu Tgk H Amri M Ali  mengatakan, saat ini PPP sudah berada pada situasi yang nyaman  relatif aman tanpa ada gangguan.

Ia menceritakan kisah pahit saat partai dalam situasi yang amat sulit, karena terjadi dualisme kepemimpinan hingga pemerintah tidak bisa memberi bantuan keuangan. "Dengan tanpa uang, kita lalui verifikasi partai hingga akhirnya lolos," katanya.

"Ini daerah basis Prabowo, sedangkan PPP koalisi Jokowi, 86 persen menang Prabowo, dengan takdir Allah dan berkat kerja keras kita semua suara PPP meningkat. Kursi DPR RI dan DPRA bertambah," ucapnya.

Muswil DPW PPP Aceh rencananya berlangsung selama dua hari. Hasilnya, Ketua DPW ditentukan tim formatur yang terdiri dari tujuh orang, masing-masing ketua merangkap anggota yang ditunjuk Dewan Pimpinan Pusat (DPP PPP), satu orang dari DPW dan 5 orang dari DPC.***

Komentar

Loading...