Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Jumpa Wartawan di Banda Aceh

Steffy Burase Klarifikasi Soal Uang Rp 500 Juta Yang Jadi OTT KPK

Steffy Burase Klarifikasi Soal Uang Rp 500 Juta Yang Jadi OTT KPK
MODUSACEH.CO/ Azhari Usman
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Fenny Steffy Burase, bersama pengacaranya Fahri Timur SH, sengaja melakukan temu pers bersama awak media di Banda Aceh, Sabtu (11/08/18). Dari banyak masalah yang coba dia luruskan mengenai  pemberitaan tentang dirinya, ia memberikan klarifikasi terkait uang Rp 500 juta yang dia terima dari seorang pengusaha, Teuku Syaiful Bahri yang akhirnya menjadi OTT KPK terhadap Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah nonaktif Ahmadi serta ajudan Irwandi, Hendri Yuzal serta T. Saiful Bahri, 4 Juli lalu di Banda Aceh.

“Perlu saya luruskan, jumlah uang tersebut bukan Rp 500 juta. Tapi, Rp 413 juta. Ini perlu kita berikan klarifikasi, karena yang berkembang Rp 500 juta,” jelas Fenny Steffy Burase.

Steffy Burase menguraikan. Uang Rp 413 juta tersebut betul dikirimkan oleh Teuku Syaiful Bahri yang kini sudah menjadi tersangka KPK. Uang tersebut akan dipergunakan untuk membeli jersey, medali marathon dan mengganti uang perjalanan dirinya saat melakukan promosi.

“Dengan rinciannya, untuk membeli medali Rp 190 juta, untuk membeli jersey Rp 170 juta dan untuk mengganti uang perjalanan Bu Steffy dalam hal promosi dan brending Rp 50 juta. Karena, selama perjalanan ini banyak uang pribadi yang dihabiskan Bu Steffy,” jelas Fahri Timur menimpali.

Lalu, ketika ditanya kenapa Steffy Burase yang membeli keperluan Aceh Marathon Internasional, Fahri Timur menjawab. ”Ini hanya untuk antisipasi saja. Mengingat, jika dilakukan tender tidak mungkin akan terkejar, sebab ketika itu Aceh Marathon Internasional akan diselenggarakan pada 29 Juli 2018. Lalu, siapa pemenang tender itu bisa beli sama kita. Tentunya, sesuai dengan harga pasar,” terang Abah Fahri, begitu namanya disapa.

Dalam kesempatan itu, Abah Fahri juga meminta Plt Gubernur Aceh, Nova Irinsyah untuk menentukan sikap, terkait keberlangsungan Aceh Marathon Internasional 2018. Sebab, para peserta sedang menunggu jadwal pasti untuk kegiatan teraebut.

“Selama ini, Bu Steffy sudah dikecam oleh banyak peserta, karena dianggap bohong. Namun, itu tidak jadi masalah bagi Bu Steffy. Yang penting sekarang, kapan jadwal pasti. Jika tidak dilanjutkan tolong diberitahukan, tapi kalau dilanjutkan tolong juga disebutkan tanggal pasti. Sehingga, kami dan peserta tidak menunggu dalam ketidakpastian,” harap Abah Fahri.***

Komentar

Loading...