Ajak Ramai-Ramai Jadi Jubir Pemerintah Aceh

Staf Khusus Gubernur Aceh Wiratmadinata Minta PNS/ASN Buat Akun Media Sosial

Staf Khusus Gubernur Aceh Wiratmadinata Minta PNS/ASN Buat Akun Media Sosial
Staf Khusus Gubernur Aceh Bidang Komunikasi, Informasi dan Hubungan Masyarakat Wiratmadinata (Foto:acehimage)
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Beredar kabar Staf Khusus Gubernur Aceh Bidang Komunikasi, Informasi dan Hubungan Masyarakat Wiratmadinata, meminta agar kepala dinas dan kepala badan di lingkungan Pemerintah Aceh, untuk ramai-ramai jadi juru bicara (Jubir) Pemerintah Aceh.

Caranya, para ASN atau PNS di jajaran Pemerintah Aceh, mulai dari level terendah hingga atas, diwajibkan membuat aku media sosial seperti Instagram, Twitter dan Facebook. Tujuannya, membagikan atau mensosialisasikan setiap kegiatan Pemerintah Aceh, khususnya Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Awalnya, informasi itu diperoleh redaksi media ini dari beberapa PNS yang minta dibuatkan akun pada Pimpinan Redaksi MODUSACEH.CO, H. Muhammad Saleh. Mereka mengaku tak bisa membuatnya. Lalu, permintaan tadi diungguh pada akun media sosial (facebook) Pimpinan Redaksi MODUSACEH.CO. Nah, setelah satu jam, beberapa PNS di jajaran Setda Aceh, mengirim himbuan tadi melalui pesan WhatApp (WA).

Berdasarkan pesan yang diterima media ini, arahan dimaksud berdasarkan hasil rapat pimpinan (Rapim), Jumat, 14 Februari 2020 lalu. Dalam pesan tadi diseubutkan,  Apatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Aceh, diminta agar aktif menjadi jurubicara.

Itu sebabnya, berdasarkan pesan yang diterima media ini, Kepala Dinas dan Badan untuk memberikan instruksi pada seluruh staf, supaya aktif di media sosial. Bahkan berdasarkan arahan tadi, mereka diminta untuk membuat akun medsos, yaitu Twitter, Instagram dan Facebook.

Lantas, bagaimana isi dari himbauan tersebut?

Yang terhormat Pak Kadis/Kaban

di lingkungan Pemerintah Aceh;

Salam.

Dengan tanpa mengurangi rasa hormat, dan sesuai dengan arahan Pimpinan, berikut ini kami sampaikan sebagai berikut:

Terkait dengan infografis diatas (Mari ramai-ramai jadi Jubir) dan selanjutnya Bapak Plt., Gubernur Aceh, sudah memberi arahan dalam Rapim Jumat, 14 Februari lalu, agar mendayagunakan semua ASN dilingkungan Pemerintah Aceh agar aktif serta kontributif menjadi “jurubicara” pembangunan di lingkungan (skpa) masing-masing; maka saya sarankan untuk memberi instruksi kepada seluruh staff agar aktif di Media Sosial dengan cara sebagai berikut:

1. Menekankan kepada seluruh staff untuk membuat akun medsos di tiga platform, yaitu: Twitter, Instagram dan Facebook.

2. Semua akun staff diharapkan memfollow akun-akun antara lain; Gubernur (Nova Iriansyah), Jubir (Wiratmadinata) serta dinas/SKPA lainnya terkait keg2 pemerintah aceh

3. Semua akun milik ASN tersebut diharapkan untuk saling follow dan berteman di Medsos.

4. Diharapkan postingan informasi dari akun Plt.Gubernur, Jubir Wiratmadinata, kominsa,Humas dan akun dinas lainnya; untuk di LIKE, LOVE, SHARE serta RETWEET semua materi yang diposting oleh akun-akun disebut diatas.

5. Jika tidak memiliki otoritas dari Kepala SKPA, tidak perlu menulis materi apapun agar tidak terjadi kesalahan, kecuali oleh petugas yg sudah ditunjuk untuk isu khusus di SKPA masing-masing, misalnya Dishub, Dinsos, Baitul Mall, dst., jadi hanya perlu; “like, love, share dan retwet”, saja.

6. Dengan demikian semua kita (ASN) dapat aktif menjadi jurubicara bagi pemerintah Aceh. Jika ini bisa dilakukan, maka secara simultan akan ada 9000-an (sesuai jumlah seluruh staff di Pemprop Aceh) akun di tiga platform yang secara simultan menginformasikan hal-hal positif terkait Pemerintah Aceh kepada masyarakat.

Demikian, semoga kita bisa saling bersinergi untuk citra Pemerintah Aceh yang lebih baik, sesuai dengan kinerja kita masing-masing. Semoga Allah, SWT., meridhai. Insyaallah.

Wassalam,

Wiratmadinata,S.H., M.H.

(Staff Khusus Gubernur Aceh Bidang Komunikasi, Informasi dan Hubungan Masyarakat).

Benarkah himbauan itu? Hingga diwartakan, media ini belum berhasil mendapatkan penjelasan dari Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Aceh, Muhammad Iswanto. Pesan singkat yang dikirim tidak berbalas. Dihubungi melalui telpon seluler juga tak menjawab. Kok, terkesan semakin "panik" ya? Entahlah. (selengkapnya baca edisi cetak).***

 

Komentar

Loading...