Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Namanya Ikut Disebut Dalam Laporan Makmur Budiman ke Polda Aceh

Sri Radjasa Chandra: Saya Tidak Hadir dan tak Ada Kaitan Sebagai Saksi!

Sri Radjasa Chandra: Saya Tidak Hadir dan tak Ada Kaitan Sebagai Saksi!
H. Makmur Budiman dan rekan melaporkan ke Polda Aceh (Foto: Ist)
Penulis

Banda Aceh | Ada yang menarik dari laporan H. Makmur Budiman ke Polda Aceh, yang melaporkan pimpinan redaksi media ini dengan dugaan pencemaran nama baik, Rabu siang di Banda Aceh.

Satu dari tiga nama selain Abdul Hadi Abidin (Adi Maros), Muhammad Iqbal (Ikbal Pieung) yaitu Sri Radjasa Chandra mengaku, tidak hadir menjadi saksi. Sementara, menurut laman ajnn.net, Sri Radjasa Chandra, ikut mendampinggi Makmur Budiman ke Polda Aceh.

Pengakuan tersebut diperoleh media ini, setelah melakukan konfirmasi kepada Sri Radjasa Chandra melalui telpon seluler, Rabu malam. “Saya di Jakarta dan tidak hadir sebagai saksi di Polda terkait laporan Makmur. Kenapa nama saya dibawa-bawa,” tegas Sri Radjasa Chandra.

Sebelumnya, pengusaha Aceh, Makmur Budiman didampingi Adi Maros dan Iqbal Pieung, melaporkan Muhammad Saleh, Pimpinan Redaksi MODUS ACEH ke Polda Aceh atas dugaan pencemaran nama baik.

Laporan tersebut diterima Iptu Musafir dengan Nomor: LP/117/IV/YAN 2.5/2020/SPKT. Dalam pengaduan tersebut, Makmur Budiman juga melampirkan kliping media yang memuat berita tentang pencemaran nama baiknya.

Seperti diwartakan laman ajnn.net hari ini, seperti pengakuan Makmur Budiman, Muhammad Saleh selaku terlapor dengan sengaja dan berniat buruk menyebarkan berita hoaks di media cetak, medsos, grup WhatsApp terkait kuncuran kredit di Bank Aceh senilai Rp 108 miliar.

Menurut Makmur Budiman, apa yang dituduhkan terlapor tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. "Kredit sebesar  Rp108 miliar yang ditulis oleh terlapor adalah fitnah," kata Makmur, Rabu (15/4).

Makmur mengakui kredit di Bank Aceh untuk pabrik kelapa sawit sebesar Rp 68 miliar dan Rp15 miliar modal kerja. Saat ini pembiayaan kredit tersebut berjalan lancar dan dijamin oleh asuransi 100 persen.

"Kredit tersebut tidak macet seperti yang dituduhkan oleh terlapor. Atas berita tersebut, nama saya tercemar dengan berita hoaks yang dibuatnya. Saya menduga ini ada kepentingan tertentu. Namun, dugaan tersebut perlu dibuktikan oleh penyidik," pungkasnya.

Menariknya, dalam berita yang dilansir ajnn.net, tersebut salah satu nama yang ikut hadir sebagai saksi adalah, Sri Radjasa Chandra. Namun, penyebutan namanya dibantah keras.

“Bagaimana media ini menulis nama saya tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Saya dirugikan dengan pemberitaan tersebut. Kapan saya ke Banda Aceh dan saat ini saya sedang di rumah,” bantah Sri Radjasa Chandra. 

Lantas, apa kata Muhammad Saleh? “Biasa, itu hak Makmur Budiman sebagai warga negara. Saya siap mengikuti prosedur hukum,” kata  Saleh, begitu dia akrab disapa.

Menurutnya, berita soal penyaluran kredit PT. Bank Aceh Syariah (BAS), memang viral diberitakan berbagai media daring di Aceh.

Ada yang menyebut, Rp108 miliar, Rp98 miliar dan Rp68 miliar. “Dan, Selasa serta Rabu hari ini (15/4/2020) kami mendapat konfirmasi langsung dari Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman,” jelas Saleh.

Baca: Terkait Kredit H. Makmur Budiman, Dirut Bank Aceh Syariah Haizir Sulaiman: Jumlahnya Rp68 Miliar dan Sudah Melalui KJPP.

Selain itu ungkap Saleh, sebelum berita tadi ditanyangkan, pihaknya telah melakukan beberapa konfirmasi melalui telpon seluler dan pesan WhatsApp (WA) kepada Makmur Budiman. Namun tak dijawab dan berbalas. “Sebagai wartawan dan pimpinan media, saya siap bertangungjawab dan mengikut proses yang ada,” katanya.***

Komentar

Loading...