Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Terkait Denda Pemutihan Kendaraan Bermotor

Sofyan: Yang Tidak Terdata Kita Kenakan Sanksi 25 Persen

Sofyan: Yang Tidak Terdata Kita Kenakan Sanksi 25 Persen
Zulhelmi/MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Bireuen | Terkait pemutihan kendaraan bermotor yang dipertanyakan warga Bireuen tentang regulasi saat pengurusan dikenakan denda 25 persen dengan alasan tidak dimasukkan dalam sensus kendaraan. Kepala Unit Pelayanan Teknis Badan (UPTB) Wilayah tiga Bireuen, Irfansyah Siregar di ruang kerjanya, Jumat 12 Mei 2017, mengaku tidak tahu masalah itu. “Masalah pemutihan denda 25 persen, saya tidak tahu. Karena waktu sensus saya belum masuk ke sini. Saya baru masuk bulan dua atau februari,” ungkapnya.

Lanjutnya, masalah pemutihan itu silahkan tanyakan langsung pada Kabid. Pendapatan Unit Pelayanan Tehnis Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, Sofyan atau Tatwi Kasei Pengembangan Pendapatan Asli Aceh. “Nah mereka berdua lebih tahu, kenapa begitu atau mengapa begini aturannya, di sana lebih tahu,” ujarnya.

Untuk mengatahui keluhan warga Bireuen, media ini menghubungi Kabid Pendapatan Unit Pelayanan Teknis Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, Sofyan melalui sambungan telepon. Menurutnya pemutihan ini dilakukan sesuai Pergub Aceh No 23 dan 24. Tentang denda 25 persen itu telah dilakukan sensus. Bagi masyarakat wajib pajak yang kendaraan tidak bersedia disensus maka dikenakan denda 25 persen. “Yang tidak terdata kita kenakan sanksi 25 persen,” jelasnya.

Disebutkannya, tahun lalu petugas sensus telah mendata kenderaan masyarakat, namun banyak masyarakat waktu tidak bersedia disensus kenderaannya. Warga beralasan takut kenderaannya diambil polisi. “Begitu juga kendaraan atas nama milik orang lain juga dibebaskan BBN. "Niat kami baik kemarin waktu kita sensus ingin tahu berapa banyak kenderaan wajib pajak. Balik nama juga gratis baik BL maupun no BL,” jelasnya.***

Komentar

Loading...