Soal Rumah Dhuafa, Tarmizi: Pemerintah Aceh Jangan Cari Alasan

Soal Rumah Dhuafa, Tarmizi: Pemerintah Aceh Jangan Cari Alasan
Foto: Firdaus Hasan

Banda Aceh | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh Fraksi Partai Aceh, Tarmizi menanggapi tudingan Pemerintah Aceh terkait pembahasan perubahan APBA 2021 tidak direspon oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.

"Hari ini yang berkembang di media bahwa tidak terjadi pembahasan perubahan APBA 2021, seolah-olah salah DPRA, ini tidak bisa diterima," ucap Tarmizi di Media Center DPRA Selasa (28/9/2021).

Pemerintah Aceh diharap tidak memberi alasan kepada masyarakat bahwa gagalnya pembangunan rumah dhuafa karena tidak ada pembahasan perubahan APBA 2021, sementara Pemerintah Aceh tidak mengusulkan RAPBA-P.

Tarmizi menilai ini justru kesalahan Pemerintah Aceh sendiri. "Kalau punya niat membangun rumah dhuafa kenapa dipangkas waktu APBA murni 2021 yang jumlahnya 3.650 unit," kata Tarmizi. 

"Sebanyak 3.650 (rumah dhuafa) dipangkas Pemerintah Aceh setelah diverifikasi dan setengah jadi dalam DIPA, jadi masyarakat harus tahu jangan setelah gagal pembahasan perubahan DPRA yang disalahkan," ungkap politisi Partai Aceh ini.

Termizi mengatakan, saat ini APBA 2021 masih sangat rendah serapannya apalagi ditambah beban APBA-P yang memang sampai saat ini belum dibahas dan belum ada persetujuan.

"Bukan kami tidak setuju membangun rumah dhuafa, tapi kami mengajukan malah dipangkas, direfocusing setelah diverifikasi di lapangan malah masyarakat telah menunggu," ujarnya.

Ia beharap kepada Pemerintah Aceh rumah yang sudah dipangkas sebanyak 3.650 unit wajib direalisisikan dan diangkat kembali di APBA 2022.

"Kalaupun ada program LPJMA di 2022, dan ada 30 ribu unit ditambah 3.650 unit artinya 3.650 wajib dibangun Pemerintah Aceh," tutupnya.***

Komentar

Loading...