Soal Logo Baru UIN Mirip Lambang Yahudi, Ini Kata Rektor Prof Farid

Soal Logo Baru UIN Mirip Lambang Yahudi, Ini Kata Rektor Prof Farid
Mahasiswa membentangkan spanduk menolak logo baru UIN Ar-Raniry Banda Aceh (Foto : MODUSACEH.CO/Irwan Saputra)
Banda Aceh | Dari serangkaian aksi unjuk rasa ratusan Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa (18/10/2016),  di depan Gedung Auditorium Ali Hasimy. Salah satunya menuntut  agar pihak kampus membatalkan logo baru yang dinilai mirip lambang Yahudi dan tidak mengakomodir unsur ke-Islaman dan ke-Acehan. Tuntutan tersebut ditanggapi oleh Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh  Prof Dr. Farid Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim, MA. 

Prof. Farid menyampaikan tanggapan tersebut saat menemui mahasiswa yang mengelar aksi hari itu. Katanya, logo baru tersebut belumlah final dan masih harus menunggu waktu dua tahun untuk baru kemudian disahkan.
Begitupun pihaknya dalam rapat senat telah sepakat untuk memodifikasi logo yang memenangi sayembara tersebut, diantaranya ada sepuluh poin yang disepakati untuk memasukkan unsur ke Islaman dan ke Acehan. “Jadi tidak ada itu, masalah logo ini hanya dipanas-panasi dari luar jadi saja, yang benarnya adalah seperti yang saya katakan,” kata Prof. Farid. Sebagaimana diketahui, sejumlah alumi IAIN Ar-Raniry (UIN Ar-Raniry), Banda Aceh, yang tergabung dalam Forum Alumni UIN Ar-Raniry, beberapa hari sebelumnya menyampaikan protes terkait masalah logo tersebut.  “Setelah kami memperhatikan, mengingat dan mendalami bahwa logo baru UIN Ar-Raniry, telah memicu kegelisahan publik, maka kami dari Forum Alumni UIN Ar-Raniry menyampaikan protes,” kata Imam Juwaini, juru bicara Foum Alumni Eksekutif Ar-Raniry pada MODUSACEH.CO, Minggu (16/10/2016).
Ada beberapa alasan sebut Imam. Pertama, logo baru UIN Ar-Raniry itu disinyalir publik identik dengan bintang david, sebuah simbol Yahudi. Lambang Negara Israel ini dikhawatirkan akan memicu kegelisahan masyarakat Aceh secara meluas. Kedua, lahirnya logo baru kampus Ar-Raniry dinilai publik tanpa mempertimbangkan aspek historis, adat budaya dan nilai-nilai keislaman. “Karena itu kami berharap, perubahan logo tidak hanya dipandang sepele. Sebab, logo mencerminkan visi misi, kebanggaan dan cita-cita rakyat Aceh,” ungkap Imam.***

Komentar

Loading...