Breaking News

Sidang Lanjutan Damkar, Saksi Sebut Siti Mariyami Tolak Spesifikasi Usulan BPBA

Sidang Lanjutan Damkar, Saksi Sebut Siti Mariyami Tolak Spesifikasi Usulan BPBA
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, kembali menggelar sidang lanjutan dugaan korupsi pengadaan Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Aceh tahun anggaran 2015, di pengadilan Tipikor Banda Aceh, Baiturrahman, Banda Aceh, (13/07/17). Sidang ini dipimpin Deny Syahputra, SH (hakim ketua) bersama M. Nasir, SH dan M. Fatah Riyadhi, SH (anggota), dan menghadirkan tiga terdakwa yaitu Direktur dan Komisaris PT Dhezan Karya Perdana Deni Okta Pribadi dengan  Ratziati, dan Ketua Pokja ULP Pemerintah Aceh Syahrial, serta mantan Pejabat Pembuat Komitmen Dinas DPKA Siti Maryami sebagai tersangka, namun untuk Maryami tidak disidang hari ini.

Dalam sidang ini, saksi Riswan mengaku, ia pernah mengusulkan spesifikasi Damkar lain dari Badan Penaggulangan Bencana Aceh (BPBA). Itu disampaikan  dalam rapat resmi, namun usulan itu ditolak Siti Maryami. Pengakuan Riswan, walau sudah ditanya, Siti Maryami tidak jelas menyebutkan alasan penolakan spesifikasi itu, padahal ia sudah mencari beberapa spesifikasi yang berbeda untuk diusulkan. "Waktu saya tanyakan kenapa ditolak, ibu Maryami bilang, saya harus mendengarkan keinginan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai user (penerima) yang juga telah mengusulkan spesifikasi lain," ungkap Kepala Bidang Program BPBA Riswan, meniru jawaban Siti Mariyami ketika itu.

Sementara itu, Kabit Pencegahan Kebakaran BPBD Banda Aceh Rusmadi mengatakan. Usulan spesifikasi Siti Mariyami adalah spesifikasi yang telah diantarkan Ritzati selaku komisaris T Dhezan Karya Perdana. "Saya tidak periksa, bagaimana spesifik Damkar itu, karena saya bukan ahli dalam bidang itu, jadi spesifikasi yang diserahkan oleh Bu Ritzati langsung pada Siti Mariyami.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh, menetapkan dan menahan empat tersangka terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Mobil Pemadam Kebakaran senilai Rp 17,5 miliar. Empat tersangka tersebut adalah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aceh (DPKA) Siti Maryami, Ketua Pokja UPL Aceh Syahrial, serta Dheni Okta Pribadi dan Raizianti Yusri selaku Direktur dan Komisaris PT Dheza Karya Perdana. Ketika itu, Kepala Kejari Banda Aceh Husni Thamrin mengatakan keempat tersangka itu akan dikenakan  pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1991 sebagaimana diubah dengan undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Selanjutnya, sidang ditunda dan akan dilanjutkan, Kamis pekan depan, dengan agenda mendengar keterangan saksi.***

Komentar

Loading...