Sidang Kasus Jual Sisik Trenggiling Berlanjut

Sidang Kasus Jual Sisik Trenggiling Berlanjut
Penulis
Rubrik

Bireuen | Pengadilan Negeri (PN) Bireuen, kembali melanjutkan sidang kasus perdagangan (penjualan) satwa yang dilindungi yaitu, Sisik Trenggiling dengan agenda mendengar keterangan saksi ahli.

Ada tiga saksi ahli pada sidang yang digelar, Selasa, 24 September 2019.

Terdakwa yang disidangkan atas nama Husaini S.P  bin Hasballah (61) dengan nomor pekara 213/Pid.B/LH/2019/PN Bir, dipimpin Majelis Hakim Zufida Hanum (ketua) dan Mukhtaruddin SH serta Mukhtar SH (anggota), serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agussalim Tampubolon, SH. Sementara terdakwa tidak didampingi kuasa hukum.

Tiga saksi ahli itu, dua dari Kepolisian Polda Aceh yaitu, Brigadir Eko Trihadi Syahputra Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Aceh. Bripka Eddiansyah SH Polda Aceh. Serta Taing Lubis dari Badan Konserfasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.

Pada persidangan itu, barang bukti berupa Sisik Trenggiling seberat 3,5 Kg dibawa Jaksa Penuntut Umum (JPU). Tujuannya, untuk membuktikan keaslian barang bukti itu.

Taing Lubis saksi ahli pada sidang tersebut, mengambil satu sisik trenggiling lalu membakarnya menggunakan korek api. Benar saja bau aroma yang tercium seperti bau rambut manusia yang dibakar.

"Itu tandanya asli seperti bau rambut yang dibakar," kata Taing kepada Majelis Hakim. Sidang kasus ini akan kembali digelar, Selasa depan.

Sekedar diketahui terdakwa  Husaini S.P Bin Hasballah (residivis kasus yang sama) ditangkap tanggal 7 Juli 2019, sekira pukul 19.30 WIB. Saat itu terdakwa  berangkat dari rumahnya menumpang angkutan L300 menuju ke Kota Mini Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie.

Selanjutnya, pukul 22.00 WIB, mengganti mobil dengan menumpang Bus Putra Pelangi Perkasa, menuju Medan, Sumatera Utara untuk menjual kulit/sisik trenggiling kepada Udin.

Ini  sesuai pesanan sebelumnya melalui handphone, dengan membawa kulit/sisik trenggiling yang dibungkus karung goni dalam kardus/kotak air mineral.

Namun, sekira pukul 23.45 WIB, Bus Putra Pelangi Perkasa yang ditumpangi terdakwa dihentikan anggota Subdit Tipiter Dit Reskrimsus Polda Aceh di Jalan Banda Aceh–Medan, Matang Glumpang Dua, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.***

Komentar

Loading...