Praktik Culas Pelaku Ilegal Logging di Aceh Timur, Ratusan Kayu Dihanyutkan ke Sungai

Praktik Culas Pelaku Ilegal Logging di Aceh Timur, Ratusan Kayu Dihanyutkan ke Sungai
Tiga orang terlihat sedang berdiri di atas rakit buatan yang diduga hasil ilegal logging.

Aceh Timur | Banyak cara dilakukan pelaku ilegal logging (pembalakan liar) untuk memuluskan aksinya. Lihatlah, tak hanya jalan tikus, arus sungai pun bisa dimanfaatkan untuk mengangkut ratusan kayu ke tempat tujuan.

Di Aceh Timur misalnya, ratusan kayu dari berbagai jenis diangkut ketempat tujuan dengan cara dihanyutkan melalui sungai. 

Kayu yang diduga kuat tanpa mengantongi dokumentasi resmi itu diikat menyerupai rakit, dengan lebar diperkirakan mencapai 4,8 meter.

Tak tanggung-tanggung, rakit kayu yang diduga ilegal itu panjangnya diperkirakan mencapai lebih kurang lima ratus meter.

Fenomena itu, tampak seperti yang di-posting salah satu akun Facebook milik Ismail Abda, Jumat, 21 Mei 2021, sekira pukul 14.00 WIB, siang.

Dari keterangan yang diperoleh menyebutkan, kayu-kayu itu dihanyutkan melalui sungai Peureulak, Aceh Timur, Kamis, (20/5/2021), sekitar pukul 15.00 WIB.

Kayu-kayu itu dikendalikan melalui arus sungai yang berwarna keruh oleh tiga orang yang tampak sedang berdiri di atas rakit buatan itu.

Foto tangkap layar (screenshot) facebook.

Dari informasi yang dihimpun MODUSACEH.CO, Jumat siang. Kayu itu diduga berasal dari pedalaman hutan Aceh Timur. Ada juga yang menyebut, akan diangkut kepenampung untuk dibelah menjadi kayu olahan di kawasan itu.

Sejumlah pihak mengecam tindakan yang dianggap dapat merusak alam ini. Bahkan diduga ada oknum yang bermain, sehingga kayu- kayu itu dapat dengan mulus diturunkan melalui sungai tanpa pengawalan ekstra dari pihak berwenang.

Seperti komentar netizen, akun Adam Sarnidam, dia turut mengkritik dengan maraknya ilegal logging. "Masyarakat kian resah dengan ulah manusia yang tidak bertanggungjawab dengan dampak lingkungan," tulis akun Adam Sarnidam.

Sementara, media ini belum mendapatkan informasi lebih lanjut dari pihak berwenang di Aceh Timur terkait dengan ratusan kayu yang dihanyutkan itu.

Begitu juga dengan pihak Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) III Wilayah Aceh yang dikepalai Amri Samadi S.Hut, MSi.

Beberapa kali dihubungi media ini untuk dimintai tanggapannya pada Jumat sore, dia tidak mengangkat telpon selulernya, untuk tujuan konfirmasi.***

Komentar

Loading...