Terkait Aceh International Percussion

Setelah Vietnam, Kini Malaysia, Singapura dan Brunei Undur Diri

Setelah Vietnam, Kini Malaysia, Singapura dan Brunei Undur Diri
Lissa Iskandar SE M.S.M.
Penulis
Rubrik

Bireuen | Setelah Vietnam mengundurkan diri dari pagelaran Festival Rapa'i Internasional (Aceh International Percussion_red) yang akan berlangsung di Stadion Cot Gapu Bireuen, 12-15 Oktober 2019.

Kini disusul negara Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Ketiganya menyatakan tak ikut alias mengundurkan diri di even kegiatan Rapa'i Internasional itu.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bireuen, M.Nasir M.Pd melalui Kabid Kebudayaan dan Pariwisata, Lissa Iskandar, menyampai informasi kepada media ini, Jumat, 11 Oktober 2019 di ruang kerjanya.

“Bermacam alasan diutarakan negara itu. Mulai dari kabut asap hingga kondisi keamanan Indonesia yang dianggap masih kurang stabil,” katanya.

Saat ditanya apakah ada negara lain yang masih tetap memastikan diri untuk meramaikan ajang itu. Kata Lissa Iskandar, masih ada Negara China dan India.

Selain dua negara itu, ada juga peserta dalam negeri yaitu Riau, Sumatera Utara, Makasar, Papua dan Bengkulu.

Soal dana untuk perhelatan ajang ini, Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bireuen, yang ditempatkan di Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Khususnya Bidang Kebudayaan (APBK) Bireuen 2019, Rp 600  juta.

"Ada dua tahap, sebagian dari APBK Murni dan APBK-P 2019. Totalnya Rp 600 juta," kata Kabid Kebudayaan dan Pariwisata Disdikpora Bireuen, Lissa Iskandar SE M.S.M.

Sekedar diketahui Aceh International Percussion ini salah satu rangkaian kegiatan HUT Bireuen ke 20.***

Komentar

Loading...