Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Dijerat UU ITE

Setelah Kabur Lima Bulan, Pelarian Abu Malaya Berakhir

Setelah Kabur Lima Bulan, Pelarian Abu Malaya Berakhir
Foto Ist.

Banda Aceh | Rabu, 24 Maret 2021, sekira pukul 09.45 WIB, menjadi waktu sial bagi Riki Akbar Bin Ibrahim Alias Abu Malaya.

Lihatlah, dia berhasil diciduk Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejari Pidie Jaya bersama Kejati Aceh di Jalan Lintas Trienggadeng-Meureudu atau persis di rumah orang tuanya, Gampong Mane. 

Sebelumnya, Abu Malaya telah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Pidie Jaya. Ini terkait dugaan perbuatan ujaran kebencian  dan SARA terhadap Gubernur Aceh Nova Iriansyah, melalui postingan video akun facebook atas nama Abu Malaya. 

Akibatnya, dia dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Penangkapan terdakwa Riki Akbar Bin Ibrahim alias Abu Malaya dipimpin langsung Kasi Intelijen Kejari Pidie Jaya, Rifai Affandi, SH. MH. Dan di-back-up personil Polres Pidie Jaya yang dikendalikan Kasat Intelkam Iptu Mawardi, SH.

Saat penangkapan, terdakwa mencoba kembali melarikan diri dan sempat diberikan tembakan peringatan oleh petugas, hingga akhirnya tim dapat menangkap dan segera mengamankan terdakwa di Ruang Tahanan Kejaksaan Negeri Pidie Jaya.

Sebelumnya, Abu Malaya melarikan diri pada hari Minggu, 4 Oktober 2020, sekira pukul 15.00 WIB dari ruang isolasi Covid-19 Gedung Tgk. Syik Pante Geulima, Komplek Perkantoran Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudue, Kabupaten Pidie Jaya.

Caranya, dia membakar plafon kamar mandi ruang isolasi saat menjalani isolasi karena terpapar Covid-19. Itu berlangsung selama lima bulan dengan cara berpindah-pindah tempat.

(Foto: Ist)

Saat melarikan diri dia merupakan tahanan JPU.  Kini, terdakwa berada di ruang tahanan Kejari Pidie Jaya dan telah dilakukan tes Covid-19 dengan hasil non reaktif.

Karena itu, segera setelah dilakukan press release akan dipindahkan ke Rutan Kelas IIb Sigli dan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Meureudu untuk disidangkan.

Seperti diketahui, Riki Akbar merupakan tersangka pelaku ujaran kebencian terhadap Nova Iriansyah yang ketika itu masih menjabat Plt Gubernur Aceh dengan sebutan ‘Antek PKI’ melalui akun Facebook Abu Malaya.

Atas perbuatannya tadi, Abu Malaya dikenakan (Pasal 45a ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 ayat (3) Jo pasal 27 ayat (3) UU RI Nomor 19 tahun 2016, tentang perubahan atas UU RI Nomor: 11 tahun 2008, tentang informasi dan transaksi elektronik.***

Komentar

Loading...