Breaking News

Terkait Pasangan Selingkuh di Aceh Barat

Setelah Ditetapkan Tersangka, Diserahkan Kepada Keluarga

Setelah Ditetapkan Tersangka, Diserahkan Kepada Keluarga
Kapolsek Samatiga, Aceh Barat, AKP Iswar melakukan pemeriksaan terhadap pasangan asal Kabupaten Nagan Raya, yang diduga melanggar Qanun Jinayat Aceh (Foto Antara Aceh)

* Proses Hukum Tetap Lanjut

Meulaboh | Untuk sementara, M (42) dan D (19), pasangan selingkuh yang digerebek warga, salah satu Gampong (desa) di Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, bisa kembali kepada keluarga. Namun, keduanya belum bisa bernafas lega. Sebab, jajaran Kepolisian Aceh Barat memastikan  akan tetap melakukan proses secara hukum terhadap pasangan ini.

Jika terbukti, keduanya dijerat telah melanggar undang-undang (qanun) Jinayat yang berlaku di Aceh, dan dipastikan akan dihukum rajam (cambuk) di muka umum, sesuai aturan Syariat Islam yang berlaku. "Keduanya sudah kita serahkan kepada pihak keluarga masing-masing, namun proses hukum kepada pasangan ini tetap kita lanjutkan," kata Kapolres Aceh Barat AKBP H Raden Bobby Aria Prakasa SIK melalui Kapolsek Samatiga, AKP Iswar kepada media pers, , Minggu siang, 3 Maret 2019 di Meulaboh.

Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan keduanya dihadapan penyidik, mereka mengaku telah melakukan pelanggaran syariat Islam dan diduga memiliki hubungan kedekatan. Padahal keduanya bukanlah pasangan yang sah dan tidak memiliki ikatan pernikahan, melainkan telah memilki pasangan yang masih sah dengan suami dan isteri masing-masing.

AKP Iswar juga menambahkan, keduanya juga sudah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga berdua-duaan dalam mobil, setelah sebelumnya ditangkap massa di kawasan Desa Deuah, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Selasa (26/2/2019) jelang tengah malam sekira pukul 23.00 WIB.

Jika ada upaya perdamaian dari kedua belah dan masih ingin mempertahankan hubungan pernikahan, itu bukanlah menjadi kewenangan polisi. Sebaliknya, menjadi hak dari masing-masing keluarga dari para pelaku.

"Kalau pasangan ini berniat menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan itu hak mereka. Karena mereka juga masih punya hak untuk mempertahankan keluarga mereka masing-masing. Namun sejauh ini proses hukum terhadap keduanya masih tetap berjalan," kata AKP Iswar.

Seperti diwartakan aceh.antaranews.com, petugas kepolisian di Mapolsek Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, hingga Rabu (27/2/2019) siang, masih mengamankan pasangan yang diduga berdua-duaan dalam mobil di kawasan Desa Deuah. Mereka diamankan warga, Selasa (26/2/2019) jelang tengah malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Keduanya dikabarkan sempat diamuk warga karena keberadaan mereka di desa tersebut diduga melanggar aturan Syariat Islam. Pelaku laki-laki berinisial M (42) dan pelaku perempuan berinisial D (19), keduanya merupakan warga sebuah desa di Kabupaten Nagan Raya.

"Setelah kita selidiki, pria yang kita amankan ini sudah memiliki seorang istri dan anak. Pasangan perempuan juga sudah berstatus menikah dan sudah berkeluarga," kata Kapolres Aceh Barat AKBP H Raden Bobby Aria Prakasa SIK melalui Kapolsek Samatiga. AKP Iswar kepada Antara, Rabu.

Pasangan yang diduga berselingkuh tersebut hingga Rabu siang, masih diamankan di Mapolsek Samatiga untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Kami juga masih berkoordinasi dengan petugas Wilayatul Hisbah, guna pengusutan lebih lanjut," kata AKP Iswar.

Dia menambahkan, pasangan ini ditangkap warga pada Selasa jelang tengah malam karena mobil yang mereka tumpangi parkir di sebuah lorong yang gelap dan sepi. Merasa curiga, warga akhirnya mendatangi mobil tersebut dan menemukan pasangan tanpa ikatan pernikahan ini, sehingga akhirnya diserahkan ke polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Komandan Operasi WH Aceh Barat, Teuku Abdurrazak mengatakan. Kedua pelaku yang diduga melakukan pelanggaran syariat Islam itu, masih diamankan di Mapolsek Samatiga. "Menurut informasi kedua pelaku diduga berdua-duaan di dalam mobil di tempat sepi," kata Abdurrazak saat itu.***

Komentar

Loading...