Diduga Tipu KPM PKH Jutaan Rupiah

Seorang Wanita Muda Asal Aceh Barat Dibekuk Polisi

Seorang Wanita Muda Asal Aceh Barat Dibekuk Polisi
Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa (Foto: Aidil Firmansyah)

Meulaboh | Akibat melakukan penipuan terhadap warga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (KPH), seorang wanita berinisial NAY (27) warga Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, harus berurusan dengan aparat kepolisian setempat.

NAY diamankan pihak kepolisian, karena diduga telah melakukan penimpuan terhadap sejumlah Kelompok Penerima Manfaat (KPM), Program Keluarga Harapan (PKH) Aceh Barat. Dalam aksinya tersebut, pelaku berhasil mengumpulkan uang Rp 3,8 juta rupiah.

Kepala Kepolisian Resort Aceh Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Raden Bobby Aria Prakasa, menjelaskan. Modus operandi penipuan yang dilakukan NAY terhadap sejumlah KPM ini dengan cara mengumpulkan buku tabungan dan anjungan tunai mandiri (ATM) milik mereka. Dia berdalih untuk melakukan pemeriksaan saldo milik para korban.

“Saat meminta ATM dan buku tambungan, tersangka mengaku sebagai pendamping PKH, sehingga para korban percaya dan memberikannya. Setelah ATM dan buku tabungan diberikan, tersangka menguras isi tabungan para korban dan hanya tersisa saldo kecil,” kata Kapolres, kepada wartawan, Senin, (4/3/2019).

Sebut Bobby, ada enam KPM yang menjadi korban dari aksi penipuan yang dilakukan pelaku. Mereka adalah, Muhammad Dahlan, Sapuan, Dhien, Azizah, Anisah, dan Asiah  yang juga KPM dengan kategori komponen Lanjut Usia (Lansia).

Menurut Bobby, pelaku ditangkap dirumahnya. Sebelum dilakukan penangkapan pihak kepolisian terlebih dahulu mengumpulkan barang bukti serta melakukan penyelidikan berdasarkan laporan korban. Penangkapan terhadap tersangka kata dia, dipimpin Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Woyla Barat, Inspektur Polisi Satu Supianto. Karena kasus itu berawal dari Laporan KPM PKH asal Woyla Barat yakni Asiah.

“Untuk mengetahui ciri-ciri korban kita terlebih dahulu mengumpulkan alat bukti. Salah satunya rekaman CCTV dari Bank BRI. Dari rekaman CCTV pelaku melakukan penarikan di dua ATM yakni Unit Johan Pahlawan dan Unit Imam Bonjol,” ujarnya.

Dari tangan tersangka polisi berhasil mengumpulkan buku rekening serta ATM milik korban. Atas perbuatannya ini, tersangka dijerat pasal 378 juncto pasal 56 ayat 1, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman penjara maksimal empat tahun penjara.***

Komentar

Loading...