Sensasi Bakso Kelapa Muda di Pematang Sawah

Sensasi Bakso Kelapa Muda di Pematang Sawah
Bakso dalam batok kelapa muda (Foto: Aidil Firmansyah)
Rubrik

Meulaboh | Jika biasanya menikmati sajian bakso dalam mangkuk dan kuah kaldu yang gurih ditambah mie serta sayuran sebagai pelengkap rasa,  itu biasa. Nah, hidangan bakso dalam batok kelapa muda, mungkin saja rasanya beda. Maklum, bakso memang menjadi makanan incaran bagi masyarakat karena rasanya yang mengunggah selera.

Di Kabupaten Aceh Barat, persis di Gampong Darat, Kecamatan Johan Pahlawan. Di Cafe Tepi Sawah, Anda bisa menikmati sajian bakso yang berbeda atau dalam mangkuk dari kelapa muda. Bayangkan, ada air kelapa muda yang dikombinasi dengan kuah kaldu terasa gurih dan enak dan dijamin mampu menggoyangkan lidah dan membuat ketagihan.

Dan, sejak Kamis (28/3/2019), menjadi hari pertama dibukanya kedai bakso itu. Hasilnya, langsung diserbu ratusan pengunjung. Mayoritas pelanggan ialah kaum perempuan. Termasuk remaja yang mengaku penasaran dengan rasa bakso kelapa muda.

Begitupun, walau ada rasa pedas dari kuah bakso kelapa muda tadi, namun tidak terasa ketika angin sepoi berhembus di cafe panggung berukuran 15 x 5 meter, persis  dipinggir sawah tersebut. Apalagi ketika sore hari, banyak burung bangau putih yang semakin memperindah pemandangan. Hanya saja, para pelanggan tidak bisa berlama-lama di sana, sebab tempat tak mampu menampung semua pembeli.

"Beda saja, biasanya pakai mangkuk, tapi di sini pakai kelapa muda. Ini pertama kali bagi saya merasakan sensasi seperti ini, ditambah lagi pemandangan sawah yang cukup membuat nyaman dan ingin berlama lama," kata seorang pembeli, Dian Anggraini, Sabtu (30/3/2019).

Ia mengatakan, telah banyak tempat kuliner bakso yang disinggahi, mulai dari bakso gajah dan bakso batok, namun tetap saja penyajiannya dalam mangkuk. Apalagi, rasa kuah qaldu dicampur dengan air kelapa juga enak, harganya pun terjangkau. "Kalau rasa baksonya mungkin sama seperti tempat lain, yang membuat unik cara penyajiannya saja, dan ini bisa dikatakan inovasi, pertama kali ada di Aceh Barat, bahkan mungkin di Aceh," sebutnya.

Cutti Aisyah, pemilik Kedai Bakso Tepi Sawah mengungkapkan. Sejak hari pertama dibuka, pelanggan yang datang, mencicipi bakso dia hampir mencapai seribuan orang dalam tiga hari. Dirinya mengaku stok kelapa muda yang disediakan tidak pernah cukup untuk semua pelanggan. Bahkan ada juga yang mengaku kecewa kepada mereka karena tidak kebagian.

"Jadi saya memilih membuka usaha seperti ini karena memang belum ada di Aceh Barat. Saya coba berfikir kalau mangkuknya diganti sama kelapa muda bagaimana? Lalu saya cari referensi di internet, karena memang baik ya sudah kita coba buka, tidak menyangka bakal seperti ini," jelasnya.

Aisyah menjelaskan, satu porsi dihargai Rp 15 ribu, kelapa muda yang masih utuh kemudian dibuka, setengah air kelapa dijadikan minuman. Lalu sisa air dicampur dengan kuah kaldu, mie dan bakso, dan siap dinikmati bersama air kelapa yang telah dipisahkan sebelumnya.

20190330-bakso2

Hari pertama ada 100 stok kelapa dan pembeli mencapai 150 sehingga tidak mencukupi. Hari kedua, pihaknya menyediakan sebanyak 250 kelapa, namun jiga tidak bisa memenuhi permintaan yang meningkat sebanyak 300. Hari ketiga yakni Sabtu (30/3/2019), penjual menyediakan stok sebanyak 400 hingga sore pukul 16.00 WIB telah habis sebanyak 365.

"Kalau untuk kebutuhan bahan baku seperti kelapa sekarang sudah lebih mudah karena banyak agen yang menawarkan dan siap menyediakan kebutuhan berapapun permintaan kita," jelasnya.

Dibantu suami dan anggota keluarganya, usaha yang Aisyah lakoni itu sudah mulai maju, dirinya akan mengupayakan pelebaran tempat agar tidak lagi mengecewakan para pelanggan yang hendak menikmati bakso kelapa muda.***

Komentar

Loading...