Kasus Pasangan Guru SMA Ditangkap Hotel Banda Aceh

Senin, 2 Maret 2020, Pasangan Non Muhrim Ini Dicambuk

Senin, 2 Maret 2020, Pasangan Non Muhrim Ini Dicambuk
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Masih ingat kasus penggerebekan wanita berstatus sebagai kepala sekolah menengah atas (SMA) yang ditangkap bersama wakilnya sedang berada dalam satu kamar hotel di Banda Aceh, Minggu (27/10/2019) lalu.

Nah, kabarnya, pasangan non muhrim yang melakukan khalwat ini akan dihukum cambuk, Senin, 2 Maret 2020 mendatang. Informasi tersebut disampaikan Kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Muhammad Hidayat, S.Sos saat dijumpai di kantornya. Selasa, 25 februari 2020.

Selain pasangan guru, nantinya juga akan dicambuk tiga pasangan pelanggar syariah lainnya. Yaitu kasus pelanggar syariah di Pante Riek, kasus yang ditemui di Pelanggahan dan kasus pelecehan seksual.

“Enam orang yang kita proses, satu lagi dari polisi terkait kasus pelecehan seksual. Panstinya nanti akan diumumkan hari senin,” jelasnya.

Adapun lokasi hukum cambuk rencananya akan dilaksanakan di Taman Sari, Banda Aceh.

Sesuai putusan mahkamah syariah kota Banda Aceh di akhir 2019. Pasangan guru ini, akan dikenakan hukuman cambuk sebanyak 30 kali.

Selain itu, Kasi Penyidikan Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Zakwan SH juga menyampaikan, proses kasus pasangan guru itu lama karena sempat adanya banding dari pihak jaksa. Karena mereka hanya didera 30 kali cambuk.

Saat itu, vonis hukuman sempat tidak diterima jaksa. Karena pasangan tersebut sudah melakukan perbuatan suami istri. Namun, hakim berpendapat bahwa dalam Qanun Jinayat harus ada empat orang saksi yang melihat langsung kejadian.

“Karena keterbatasan saksi, siapa yang bisa melihat di dalam tembok waktu itu. Makanya hakim memutuskan 30 kali cambuk. Otomatis Jaksa banding karena tidak sesuai dengan keinginannya,” jelas Zakwan.

Ketika banding, kemarin keluar keputusannya untuk menguatkan keputusan dari Mahkamah Syariah. Karena hanya tinggal tiga ini habis masa penahanannya (30 hari sejak banding keluar) otomatis hukuman cambuk harus dilaksanakan,Senin.

Sebelumnya, kepala sekolah bersama wakilnya ini ditangkap di hotel kawasan Jalan TP Polem Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, sekitar pukul 04.00 WIB. Kepada sekolah tersebut berinisial AW (43). Dia  kepala salah satu SMA di Kabupaten Aceh Jaya. Sementara wakilnya berinisial HO, laki-laki berusia 35 tahun.

Penggerebekan dilakukan petugas Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh. Selain itu ada suami AW juga ikut dalam penggerebekan menjelang subuh itu. Petugas Satpol PP dan WH juga melibatkan pihak hotel. Saat penggerebekan, yang pertama keluar dari kamar tersebut adalah HO. Sementara AW ada di dalam kamar.

Suami AW sempat mengamuk. Ia hendak memukul dan melempar selingkuhan istrinya itu dengan batu. Namun, aksi itu dihalau petugas. Suami AW juga kembali mengamuk saat melihat istrinya hendak keluar dari pintu kamar hotel.

Karena melihat ada suaminya, sang oknum kepala sekolah itu kembali masuk ke dalam kamar. Setelah tertangkap basah berada dalam satu kamar, keduanya lalu dibawa ke Kantor Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh.***

Komentar

Loading...