Setelah Tahunan Berselisih

Sengketa Batas Gampong Matang Kupula Dua dan Matang Kupula Lhee Berakhir

Sengketa Batas Gampong Matang Kupula Dua dan Matang Kupula Lhee Berakhir
Kapolsek Madat Ipda Krisna Nanda Aufa, bersama sejumlah pejabat melihat batas desa di sela-sela Pemasangan Batas Antara Ganpong Matang Kupula Dua dengan Gampong Matang Kupula Lhee, di Madat, Aceh Timur (Foto: antaranews.com)
Sumber
Kontributor Aceh Timur

Aceh Timur | “Pat hujen yang hana pirang, hana prang yang hana reda” (tak ada hujan yang tidak reda dan tak ada perang yang tak berakhir damai). Agaknya pepatah ini cocok disandarkan pada warga Gampong Matang Kupula Dua dan Gampong Matang Kupula Lhee, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur.

Bayangkan, setelah bertahun-tahun mereka berselisih dan terlibat sengketa tapal batas gampong (desa). Kini, dua tokoh, pimpinan dan warga di sana akur dan damai kembali.

Itu terjadi berkat kesabaran dan peran Camat Madat, Muchtaruddin.

“Setelah kita mediasi bersama Muspika, Alhamdulillah akhirnya kedua desa ini menerima keputusan bersama. Berdasarkan kesepakatan ini, maka kita lakukan pemasangan tapal batas hari ini,” ungkap Muchtaruddin haru, Rabu, 21 Oktober 2020 di Kota Idi.

Kontributor MODUSACEH.CO di Aceh Timur melaporkan. Untuk mengakhiri perselisihan itu, Muspika bersama pejabat Bagian Pemerintahan Setdakab Aceh Timur, melakukan pemasangan 21 patok. Ini sebagai tanda atau batas antar desa sepanjang area persawahan, Selasa kemarin.

Memang, sengketa batas ini sebenarnya sudah selesai, tapi belakangan muncul kembali perselisihan yang sama di desa yang sama pula, akibatnya dimediasi kembali dan akhirnya tuntas tanpa ada gejolak lagi.

Seperti diwartakan antaranew,com. Kapolsek Madat, Ipda Krisna Nanda Aufa ikut mengawasal pemasangan tapal batas antara Gampong Matang Keupula Lhee dengan Gampong Matang Keupula Dua. 

Dia berharap, persoalan ini tidak lagi muncul di masa datang, meski terjadi pergantian kepala desa atau keuchik pasca Pemilihan Keuchik Langsung. Semoga.***

Komentar

Loading...