Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Sembilan Karyawan PT. Mifa Positif Corona, Satgas Covid-19 Aceh Barat Minta Perusahaan Terbuka

Sembilan Karyawan PT. Mifa Positif Corona, Satgas Covid-19 Aceh Barat Minta Perusahaan Terbuka
Direktur Utama PT Mifa Bersaudara Ricky Nelson pada pemaparannya dalam diskusi virtual "Kolaborasi Pentahelix Aceh Lawan Covid-19. Foto: PT. Mifa Bersaudara
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Barat, sempat senang. Sebab beberapa hari terakhir, kasus positif Covid di Negeri Teuku Umar itu sempat nol. Namun sejak Minggu kemarin (21/3/2021), justru terjadi penambahan sebanyak 9 orang.

Penambahan 9 orang positif Cavid tersebut dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat. Melalui sambungan telepon, Senin (22/3/2021) Kadinkes Aceh Barat Syarifah Jumaidah mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran tim satuan tugas Covid-19 Aceh Barat, diketahui ada kasus positif Covid.

Lebih jauh, hasil penelusuran pihaknya diketahui 9 orang yang positif Covid-19 tersebut berasal dari peruhasaan PT. Mifa Bersaudara. “Sembilan-sembilannya dari Mifa,” kata Kadinkes Aceh Barat, Syarifah Jumaidah.

Diakui Ibu Kadinkes Aceh Barat, sebanyak 9 orang karyawan PT. Mifa Bersaudara itu positif Covid-19 setelah pulang dari kegiatan di Bandung.

Pengakuan yang sama juga disampaikan juru bicara Satgas penanganan Covid-19 Aceh Barat, Amril Nuthihar. Amril mengatakan, warga Aceh Barat yang positif Covid tersebut, enam orang tersebar di Kecamatan Johan Pahlawan, yaitu di Desa Gampong Drien Rampak satu orang, Gampong Leuhan satu orang dan Gampong Lapang serta Gampong Seuneubok masing-masing dua orang.

Kemudian satu orang di Kecamatan Meureubo yaitu Gampong Buloh, dan dua orang dari Gampong Alue Tampak dan Gampong Peureume, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat.

"Mereka melakukan Tes SWAB secara mandiri di Laboratorium Penyakit Infeksi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Dan sampai saat ini, tim surveilance masih melacak/tracking pasien covid 19 tersebut". Ujar Amril Nuthihar, S.IP, M.AP, Senin.

Sehinga sepanjang Covid-19 terjadi, total kasus menjadi 137 orang dengan rincian sembuh 121 orang dan meninggal dunia tujuh orang.

PT. Mifa buat bilik anti covid-19. Foto: PT. Mifa Bersaudara

Lebih lanjut, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat Syarifah Jumaidah juga kecewa pada pihak perusahaan PT. Mifa Bersaudara. Pasalnya, sembilan orang yang diduga positif Covid-19 dari pihak perusahaan yang bergerak sektor batubara itu, diketahui Satuan Tugas Penangan Covid-19 Aceh Barat, bukan laporan langsung dari PT. Mifa Bersaudara.

“Itu berdasarkan penelusuran hasil tracking tim kesehatan, itu memang hasilnya perusahaan Mifa,” kata Syarifah Jumaidah, melalui sambungan telepon, Senin (22/3/2021).

Karena kasus positif Covid-19 diketahui atas penelusuran satuan tugas penanganan Covid itu sendiri, maka Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat minta perusahaan PT. Mifa Bersaudara terbuka. “Kita mohonlah dari perusahaan itu kerjasamanya,” tegas Syarifah Jumaidah.

Ibu Kadis itu berpesan, jika ada warga atau pekerjanya terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan Swab, eloknya minta Kadinkes Aceh Barat perusahaan PT. Mifa Bersaudara melaporkan.

“Kalau ada warganya atau pekerjanya terkonfirmasi dari hasil pemeriksaan Swab, itu langsung dilaporkan ke Dinas Kesehatan, supaya tenaga kesehatan kita jangan kalang kabut tidak tahu alamatnya,” kritik Bu Kadis Kesehatan Aceh Barat itu.

Kadis Kehatan Aceh Barat, Syarifah Jumaidah (tengah). Foto Dok.

Bahkan sebut Syarifah Jumaidah dengan adanya kerjasama, semestinya tidak harus satuan tugas penanganan Covid-19 Aceh Barat, itu mencari lagi.

“Seharusnya kita sudah kerjasama dilaporkan saja ke Dinas Kesehatan. Tidak harus kita mencari ke sana-ke sini lagi,” keluh Syarifah Jumaidah.

Menurut Syarifah, pihak perusahaan diduga tidak ada keterbukaan. “Tidak ada keterbukaan dari pihak peruahaan, inilah. Kalau ada keterbukaan dari mereka kan tidak kejadiannya seperti ini,” ujanya.

Syarifah mengaku, dari hasil konfirmasi satuan tugas penanganan Covid-19 Aceh Barat, 9 orang dari pihak PT. Mifa Bersaudara tersebut positif Covid, mereka kini ada di Mes PT. Mifa Bersaudara di Banda Aceh.

Tetapi, Syarifah mengaku perlu dicek kembali, apa benar ada di Mes. “Tetapi mereka kan keluar masuk Aceh Barat,” sebut Syarifah Jumaidah, Senin.

Penegasan yang sama juga disampaikan juru bicara satuan tugas penanganan Covid-19 Aceh Barat Amril Nuthihar. Jubir berharap perusahaan terbuka, jika ada dari pihak perusahaan terkonfirmasi positif Covid-19.

Kadinkes dan Jubir mengajak perusahaan PT. Mifa Bersaudara terbuka, tentu ada alasan tersendiri. Berdasarkan data yang diperoleh media ini dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh Barat, sempanjang kasus virus corona, tercatat perusahaan PT. Mifa Bersaudara diduga terbanyak terkonfirmasi Covid-19.

Sedikitya, sejak awal dan bertambah sembilan orang yang diduga positif, maka dari perusahaan PT. Mifa Bersaudara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh Barat, mencatat 17 orang.

Kemudian menyusul PT. Karya Tanah Subur (KTS) enam orang, dari Pajak empat orang. Bank Rakyat Indonesia (BRI) orang, BPJS dua orang dan PLN satu orang.

Sayangnya, pihak perusahaan PT. Mifa Bersaudara belum memberikan keterangan terkait 9 orang karyawan mereka yang diduga positif Covid-19. Dihubungi media ini, Senin (22/3) Ketua Gugus Covid perusahaan Mifa Safrinaldi tidak bersedia memberikan penjelasan. “Itu nanti dikonfirmasi saja ke Ibu Revina, saya juga ngak tahu ini juga kan,” kata Rinaldi melalui sambungan telepon, Senin.

Setali tiga uang dikonfirmasi lanjutan oleh media ini, Senin (22/33) kepada Revina, juga tak ada penjelasan lebih jauh terkait 9 orang dari PT. Mifa Bersaura diduga positif Covid-19. “Cuma saya tidak bisa memberikan keterangan untuk di kutip berita,” kata Revina.

Diminta konfirmasi lanjutan pada Revina kepada siapa media ini bisa konfirmasi, hingga berita ini ditulis tak ada balasan.***

Komentar

Loading...