Selama Pandemi PMI Kota Banda Aceh Kekurangan Stok Darah

Selama Pandemi PMI Kota Banda Aceh Kekurangan Stok Darah
Kantor Palang Merah Indonesia, UTD Banda Aceh. Foto: MODUSACEH.CO/M. Yusrizal

"Tidak ada hubungan donor darah dengan virus Corona. Masyarakat yang sehat dapat mendonorkan darahnya. PMI telah menerapkan protokol atau panduan terkait dengan pelaksanaan donor darah di masing-masing UTD sehingga masyarakat aman, nyaman, dan tenang mendonorkan darahnya," Jusuf Kalla, Ketua Umum Palang Merah Indonesia.

Banda Aceh | Minat pendonor darah selama pandemi Covid-19 di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Banda Aceh berkurang.

Kondisi ini disampaikan dr. Nurul Fitriah, Petugas UTD PMI Banda Aceh, pada media ini, Senin.

Hal tersebut menyebabkan distribusi darah ke rumah sakit wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar tidak berjalan normal.

"Kami bekerja sama dengan rumah sakit di Banda Aceh dan Aceh Besar. Cuma, karena keadaan belum normal dan stok darah di PMI berkurang, distribusi darah sesuai dengan permintaan rumah sakit jadi terhambat," jelas dr. Nurul.

Saat ini, UTD PMI Banda Aceh terus memberikan sosialisasi dan edukasi untuk masyarakat melalui media sosial mengenai pentingnya mendonorkan darah.

Menurut dr. Nurul, penyebab berkurangnya minat pendonor selama pandemi karena masyarakat takut terinfeksi Covid-19.

“Kita terus mensosialisasi kepada masyarakat bahwa Covid tidak menyebar melalui alat transfusi. Dan PMI menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid. Pendonor juga diwajibkan menggunakan masker dan mencuci tangan. Jadi, masyarakat tidak perlu takut untuk donor darah di UTD PMI Banda Aceh,” tegasnya.

Dalam sehari, UTD PMI Banda Aceh harus menyediakan stok darah lebih kurang 150 kantong untuk didistribusikan ke pasien melalui rumah sakit terkait.

Namun, pemberlakuan New Normal masih belum membawa dampak yang bagus terhadap minat  masyarakat mendonorkan darahnya. Target 150 kantong darah per hari jauh dari harapan.

Salah satu ASN sedang mendonorkan darah di UTD PMI Banda Aceh. Foto: MODUSACEH.CO/M. Yusrizal

Sedikit membawa angin segar bagi dunia medis, akhir Mei lalu Pemerintah Aceh telah menetapkan Aksi Donor Darah Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai agenda tetap seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dengan sistem donor bergilir.

Seperti  diutarakan Hendi (30), salah satu karyawan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh.

Ia membenarkan, pemerintah telah mewajibkan ASN dan tenaga kontrak seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) untuk donor darah.

“Ini donor yang kedua kali saya, selama pandemi Covid-19," ungkapnya di tengah proses transfusi darah di UTD PMI Banda Aceh.

"Kita berharap masyarakat harus lebih tergerak untuk membantu sesama. Terlebih angka penderita talasemia (penyakit kelainan darah) di Banda Aceh tinggi. Walaupun di tengah pandemi kami tidak mungkin menutup kantor, sebab ini menyangkut keselamatan pasien. Maka, mari sama-sama kita saling bergerak untuk membantu sesama," harap dr. Nurul.***

Komentar

Loading...