Di Masjid, KUA dan Rumah

Selama Pandemi Covid-19, 2.303 Pasangan Menikah di Kota Banda Aceh

Selama Pandemi Covid-19, 2.303 Pasangan Menikah di Kota Banda Aceh
Ilustrasi | Pasangan pengantin (Foto: google.co)
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Masa pandemi COVID-19, ternyata tak menyurutkan niat pasangan calon pengantin untuk melaksanakan ijab kabul (menikah). Buktinya, ada  2.303 calon pengantin di Provinsi Aceh yang telah melaksanakan akad nikah dengan tetap mengikuti protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

Seperti diwartakan antaranews.com, Senin. Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariat Kanwil Kemenag Aceh Hamdan mengatakan, proses pernikahan itu berlangsung sepanjang April hingga Mei 2020.

"Iya, sepanjang pandemi (COVID-19, red) sekitar 2.000 lebih pasangan yang telah akad nikah," kata Hamdan, di Banda Aceh.

Dia menjelaskan, di tengah masa darurat COVID-19, sekaligus kebijakan pembatasan larangan akad nikah di luar kantor urusan agama (KUA) dimulai sejak Apri hingga Mei 2020, dan sepanjang itu juga tercatat 3.096 pasangan telah mendaftar nikah di KUA.

Menurut dia, pada April 2020 terdapat 2.164 pendaftaran nikah di Aceh, dan langsung melaksanakan akad nikah. Disusul Mei 2020 (900 pasangan) yang  telah daftar nikah di KUA, namun hanya 139 calon pengantin yang melaksanakan akad pada bulan itu juga.

Kata Hamdan, meski di tengah wabah COVID-19 layanan nikah di KUA tetap berjalan. Hanya saja terdapat beberapa peraturan yang harus diikuti, seperti akad nikah harus di KUA, serta pelaksanaannya wajib mengikuti protokol kesehatan.

"Semua aturan yang diberlakukan di masa darurat COVID-19, seperti yang hadir ke pernikahan hanya 10 orang, wajib pakai masker dan lainnya, itu sudah berlangsung dengan sebaik mungkin," kata Hamdan.

Lanjut dia, kini telah dibolehkan pelaksanaan akad nikah di masjid, dengan mengikuti protokol kesehatan seperti tamu yang hadir hanya 30 orang, memastikan semua peserta yang hadir dalam kondisi sehat dan negatif COVID-19, serta waktu pertemuan seefisien mungkin.

Kata dia, kebijakan itu diambil setelah terbitnya surat edaran Nomor 15 tahun 2020, tentang panduan penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah dalam mewujudkan masyarakat produktif dan aman COVID-19 di masa pandemi.

"Namun, untuk tata cara pelaksanaannya lebih rinci, kita masih menunggu surat edaran dari Ditjen Bimas Islam Kemenag RI," katanya.

Salah satu pasangan calon pengantin, Alysa Sabrina Putri Agsha, warga Gampong Pineung, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh mengaku. Keluarganya akan melangsungkan pernikahan dirinya pada 11 Juni 2020 mendatang.

Sesuai kesepakatan dengan KUA Kecamatan Syiah Kuala dan aparat Gampong Pineueng, prosesi pernikahan itu akan berlangsung di rumah dengan tamu terbatas.

"Ya, maksimal 20 orang dari keluarga pengantin pria serta perangkat gampong lainnya," jelas Hj. Agusniar, ibunda dari Alisa, Senin sore di Banda Aceh.

Sebelumnya, keluarga ini mengaku sudah mendaftar di Masjid Raya Baiturrahman. Namun, karena pertimbangan Covid-19, akhirnya diputuskan di rumah.

"Keluarga sudah sepakat dan kami tetap mengikuti ketentuan protokol kesehatan. Termasuk membatasi undangan yang hadir," kata Hj. Agusniar.***

 

Komentar

Loading...