Catatan LHP BPK RI Terhadap Pemerintah Aceh Tahun Anggaran 2020

Selain Gaji dan Tunjangan, dari Pungutan Pajak Nova Iriansyah Dapat Jatah Rp167 Juta

Selain Gaji dan Tunjangan, dari Pungutan Pajak Nova Iriansyah Dapat Jatah Rp167 Juta
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. (Foto: acehportal.com)
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Pendapatan Asli Aceh (PAA) tahun 2020 mengalami pengurangan dibandingkan tahun 2019. Jumlah penurunan PAA mencapai Rp 273 miliar lebih.

Data ini selaras dengan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Aceh yang diperoleh media ini. Disebutkan, PAA tahun 2019 Rp 2,8 triliun lebih dan PAA 2020, Rp 2,5 triliun lebih.

Ironisnya, walau PAA berkurang justeru tak bergerak lurus dengan insentif yang Gubernur Aceh Nova Iriansyah atau nyaris ditiadakan. Sebaliknya, data LHP BPK RI terhadap audit Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2020 yang telah diserahkan BPK RI, Selasa, 4 Mei 2021 lalu disebutkan, dari 13 penghasilan lain Gubernur Aceh, tersebutlah insentif bagi hasil pajak Rp 167.949.266.

Nah, insentif bagi hasil pajak untuk Gubernur Aceh ini, dibayarkan setiap triwulan sesuai target pencapaian pajak dan retribusi daerah yang dianggarkan pada Daftar Penggunaan Anggaran (DPA), Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA).

Sumber LHP BPK RI atas laporan keuangan Pemerintah Aceh Tahun 2020.

Tak cukup itu saja, Gubernur Aceh juga menerima honorarium kegiatan yang dibayar rutin setiap bulan. Apa itu? Sebagai unsur tim Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Gubernur Aceh mendapat fulus sebesar Rp 234 juta. 

BPK RI menyebut, honorarium Forkopimda dianggarkan pada DPA Kesbangpol Aceh. Temasuk ada honorarium sebagai tim terpadu pengawasan Ormas Rp5,1 juta, honorarium tim terpadu penyalahgunaan narkoba Rp4,5 juta, honorarium sebagai tim perencanaan investasi Rp2,8 juta, honorarium tim asistensi evaluasi rancangan qanun Rp45.600.000, honorarium sebagai tim rekonsiliasi barang milik Aceh Rp3,1 juta.

Hanya itu? Nanti dulu, ada juga honorarium tim penelaahan rencana kebutuhan barang milik Aceh Rp900 ribu, honorarium pengawasan beban kerja. Total honorarium Gubernur Aceh tahun 2020, Rp 498.189.202.

Sedangkan gaji dan tunjangan Gubernur Aceh per tahun berdasarkan LHP BPK RI, berjumlah Rp 80.014.800. Itu artinya, bersumber dari gaji dan tunjangan serta honorarium, Gubernur Aceh berpenghasilan Rp 578.204.002 untuk tahun 2020. Jumlah ini belum termasuk insentif khusus lainnya Gubernur Aceh tahun 2020.

LHP BPK RI menyebut, selain pemberian gaji dan tunjangan serta penghasilan lainnya, Gubernur Aceh juga meraup fulus dari insentif khusus. Besaran intensif itu tulis BPK RI, Rp100 juta per bulan dan telah direalisasikan Rp1,2 miliar.

Insentif khusus gubernur tersebut dianggarkan pada kode rekening honorarium non PNS.***

Komentar

Loading...