Pencak Silat Aceh Menuju PON XX-2021 Papua

Sekum IPSI Aceh: Semoga Dapat Memberi yang Terbaik

Sekum IPSI Aceh: Semoga Dapat Memberi yang Terbaik
Latihan reflek tangkapan, didampangi pelatih Irwantoni.

Banda Aceh | Menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX-2021 di Provinsi Papua Oktober 2021 mendatang. Atlet Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Aceh, meloloskan tiga atlet yaitu, dua putra dan satu putri.

Saat ini mereka sedang menjalani latihan rutin di Stadion Harapan Bangsa (SHB) Lhong Raya, Banda Aceh.

“Perkembangan latihan para atlet hampir mendekati 70 persen. Namun, ada hal-hal yang perlu perhatikan seperti fisik, kekuatan dan pertahanan. Karena itu harus giat berlatih guna mencapai hasil terbaik dan maksimal,” kata Maszuwar, Sekretaris Umum (Sekum) IPSI Aceh.

Sementara itu, atlet Pencak Silat Aceh, perlu dievaluasi dan terus dipantau Pengprov IPSI setiap bulannya. Untuk itu perlu meningkatkan latihan dengan menerapkan program latihan khusus seperti memperkuat kekuatan untuk mencari power dan fisik.

Cabang olahraga Pencak Silat telah mengikuti Pelatda sentralisasi dan desentralisasi selama 8 bulan. Dimulai bulan Juni sampai bulan Oktober 2021.

Pelatih Pencak Silat Aceh, Irwantoni, mengatakan latihan tersebut diawali dengan pemanasan hanya memerlukan waktu antara tiga hingga lima menit. Masing-masing jenis latihan juga perlu dilakukan sembilan menit dalam tiga ronde gerakan. Gerakan-gerakan untuk meregangkan kelompok otot-otot leher.

Kata dia, mereka sudah mempersiapkan latihan khusus untuk mereka. Harus berlatih dengan giat dan harus bisa memaksimalkan kekuatan, fisik dan mental.

Cabang Olahraga Pencak Silat Aceh, berlatih di dua tempat. Stadion Harapan Bangsa (SHB) Lhong Raya dan di lapangan Blang Padang, Banda Aceh.

Latihan ini, dilakukan setiap Senin sampai Sabtu. Sehari dua kali, pagi pukul 09.00 WIB-13.00 WIB dan sore pukul 15.30 WIB-18.00 WIB.

Sekum IPSI Aceh, Maszuwar, mengatakan para atlet Pencak Silat Aceh telah memboyong dua emas, satu perunggu pada Pra PON 2019 lalu. Dua emas dipersembahkan Misran dan Muhammad Diva Saputra (kelas dewasa C), perunggu dipersembahkan Ardila Putri (kelas dewasa C). 

Dari sanalah, ketiga atlet tersebut bisa meraih tiket menuju PON XX di Provinsi Papua 2021 mendatang.

Sementara tiga atlet diantaranya, Misran kelas C berat 60 kilogram, Ardila Putri (kelas C, berat 65 kilogram) dan  Muhammad Diva Saputra (kelas I, berat 90 kilogram),  dibimbing dua pelatih lokal yakni Irwantoni dan Mansur.

“Saya berharap Pencak Silat Aceh semakin jaya, khususnya pada pertandingan PON XX Papua mendatang. Semoga mereka bisa mendapatkan yang terbaik untuk mengharumkan nama Pencak Silat Aceh," ucap Sekum IPSI Aceh. 

“Untuk fasilitas dan sarana prasarananya sudah mencukupi. Semua pembiayaan termasuk akomodasi ditanggung KONI Aceh," jelas dia.

Komentar

Loading...