Breaking News

Perayan Imlek di Kota Banda Aceh

Sekretaris Viara Dharma Bakti, Hassan: Kami Merasa Lebih Nyaman

Sekretaris Viara Dharma Bakti, Hassan: Kami Merasa Lebih Nyaman
Perayan Imlek di Kota Banda Aceh, Jumat 12 Februari 2021. Foto: Abuzal Buloh/MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Tak ada yang perlu dirisaukan hidup bertoleransi di jantung Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh.

Di kota berbingkai syariat (Islam) ini, hidup berdampingan beragam suku, budaya, serta agama. Budha salah satunya.

Perayaan Imlek tahun ini, Jumat, 12 Februari 2021, juga tak absen dilaksanakan di Banda Aceh.

Amatan media ini pada Viara Dharma Bakti di Jalan T. Panglima Polem, Laksana, Kecamatan Kuta, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Perayaan hari besar umat Budha berjalan khidmat. Jemaat hadir begitu antusias untuk beribadah.

Tentu, perayaan Imlek kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab bumi masih dilanda pandemi Covid-19. Jemaat harus mematuhi protokoler kesehatan (protkes), terutama memakai masker tatkala memasuki pekarangan Viara.

Foto: Abuzal Buloh/MODUSACEH.CO

Tidak ada barongsai maupun acara mengumpulkan jemaat, mereka hanya memanfaatkan waktu sekitar 15 sampai 20 menit saja untuk beribadah. Lalu, dianjurkan kembali ke rumah masing-masing untuk merayakan Imlek di lingkup keluarga saja.

Hassan (62) Sekretaris Viara Dharma Bakti saat dijumpai media ini menyebut, secara keseluruhan ada sekita 2.500 jemaat di seluruh Banda Aceh dan Aceh Besar.

Namun yang hadir ke Viara ini tak kurang dari 500 jemaat, sebab ada beberapa Viara lainnya yang juga menyemarakkan perayaan Imlek tahun ini.

"Kami etnis Tionghoa di Aceh ini ada sekitar 5.000. Setengah beragama Kristen, setengah lagi beragama Budha. Untuk Viara ini diperkirakan akan ada 500 jemaat yang beribadah pada perayaan Imlek tahun ini," ungkap Hassan.

Hassan (62) Sekretaris Viara Dharma Bakti. Foto: Abuzal Buloh/MODUSACEH.CO

Prosesi ibadah telah dilaksanakan sejak malam tadi (11/2/2021) hingga pukul 02.00 dini hari. Hari ini Viara kembali dibuka dan akan tutup sementara ketika pelaksanaan ibadah Jumat umat muslim, dan buka kembali setelahnya.

"Mudah-mudahan aman-aman saja. Berada di tengah Kota Banda Aceh yang kental syariat (Islam) kami merasa lebih nyaman. Sebab masyarakat sangat paham apa yang akan dikerjakan, tidak mengganggu dan aman-aman saja," sebut Hassan mengapresiasi.

Begitu pula, pengamanan oleh pihak kepolisian juga terus dilakukan sejak kemarin (11/2/2021) hingga berlangsungnya acara puncak pada hari ini, Jumat, 12 Februari 2021.

Foto: Abuzal Buloh/MODUSACEH.CO

"Sangat bagus pelaksanaan toleransi di Kota Banda Aceh. Dan sama-sama menjaga. Untuk salat Jumat nanti Viara akan tutup dan akan kami buka kemba pukul 14.00 WIB," sebut Hasan menggambarkan bagaimana pelaksanaan toleransi beragama di Kota Syariat ini.

Sebab berkisar dua ratus meter saja dari Viara terdapat Masjid Al-Huda di Gampong Laksana. Keberagamaan telah tumbuh di sini ratusan tahun silam.

Viccy Valenssia (18), salah satu jemaat saat diwawancarai media ini mengaku aman dan nyaman beribadah dalam perayaan Imlek di Kota Banda Aceh. Sebab sejak lahir dan tumbuh di kota ini, ketentraman hidup di tengah-tengah umat Muslim telah dirasakan Viccy.

"Sama seperti perayaan Imlek di kota-kota lain (Indonesia). Sudah terbiasa dari kecil, jadi tidak ada bedanya," ungkap Viccy sambil menyuguhkan senyum. Menggambarkan ketentraman hidup beragam suku, budaya, dan agama di Kota Banda Aceh.***

Komentar

Loading...