Partai Aceh Laksanakan Pelatihan Humas dan Jurnalistik se-Aceh

Sekjen DPA PA Abu Razak: Saat Perang Kita Mampu, Setelah Damai Harus Lebih Tajam

Sekjen DPA PA Abu Razak: Saat Perang Kita Mampu, Setelah Damai Harus Lebih Tajam
Sekjen DPA PA H. Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak) memberikan materi (Foto: Ist)
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | “Peran humas dan juru bicara (jubir) partai sangat penting dan strategis. Karena itu, kepada saudara dititipkan tanggungjawab besar itu. Wate lam prang mantong tanyo mampu, saat nyo ka dame beulebeh tajam lom (saat masih perang saja kita mampu, apalagi kini sudah damai harusnya lebih tajam lagi”.

Begitu rangkuman pernyataan dari Sekretaris Jenderal (Sekjen), Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA), H. Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak), saat membuka Pendidikan Politik, khusus Pelatihan Kehumasan dan Jurnalistik bagi Juru Bicara DPW Partai Aceh se-Aceh, Jumat malam dan saat paparan materi, Sabtu siang.

Pelatihan ini berlangsung, 24-26 Juli 2020 pada salah satu hotel di Kota Banda Aceh. Diikuti Humas dan Juru Bicara DPW Partai Aceh se-Aceh.

Menurut H. Kamaruddin Abu Bakar atau akrab disapa Abu Razak ini. Seorang juru bicara Partai Aceh harus tanggap dengan berbagai dinamika yang terjadi dalam masyarakat. Sehingga bisa menjembatani dan mengkomunikasikan dengan pimpinan dan kader partai di daerahnya masing-masing.

“Kita sadari selama ini, banyak yang sudah diperbuat Partai Aceh melalui kadernya di DPRA dan DPRK se-Aceh untuk masyarakat. Namun, karena kurang dipublikasi, sehingga masyarakat menilai Partai Aceh belum berbuat apa-apa. Ini perlu disampaikan secara benar kepada masyarakat,” tegas Abu Razak.

20200725-abu2

Sekjen DPA PA, H. Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak), didampinggi Jubir PA Muhammad Saleh dan panitia, menyerahkan sertifikat kepada Yarmen Dinamika (Foto: Ist)

Awalnya sebut Abu Razak, semua itu disadari sebagai pengabdian dan tanggungjawab moral serta politik Partai Aceh kepada rakyat, sehingga tak mau terkesan ria. Tapi, sejalan dengan kemajuan teknologi dan informasi. Publikasi melalui media pers dan media sosial, sudah menjadi keharusan dan tuntutan zaman.

“Digob saboh boh manok dibantu, ube raya bak media. Ditanyo, dum dan macam ka ta bantu, tapi hana deh. Akibat jih nyang deh uke publik yang hana get. Uke hanjet le lage nyan. Pu mantong hal-hal positif, rakyat wajeb di teupu (Orang lain, membantu satu telur ayam, begitu besar berita di media. Kita, berbagai bantuan sudah dilakukan, tapi tidak tampak. Akibatnya, yang muncul ke publik informasi tidak baik. Ke depan tidak boleh lagi begitu. Apa saja hal-hal positif, rakyat wajib tahu,” saran Abu Razak.

Dia pun menyebut kilas balik saat perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). “Ketika itu, Juru Penerangan GAM Pusat dan wilayah berperan sangat aktif, maka rakyat Aceh paham dengan perjuangan, sehingga mereka membantu dengan berbagai rupa. Apalagi saat ini sudah damai, harusnya lebih tajam, fokus dan kuat lagi,” ucap Abu Razak mengulang kembali.

Begitupun, dia berpesan tak semuanya harus ditanggapi, apalagi informasi hoak yang tidak mendesar. “Kalon pu yang dimarit dan peugah. Meunyo hana dasar dan penteng, hana pu tanggapi. Tapi sitkrek narit tanyo, mempu dicerna masyarakat (lihat apa yang mereka ucap dan sampaikan. Jika tidak ada dasar dan penting jangan tanggapi. Tapi, satu kata yang kita sebut, mampu dicerna masyarakat,” ulas Abu Razak.

Ketua panitia pelaksana pelatihan ini, H. Muhammad Saleh yang juga Jubir PA menjelaskan. Kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan kapasitas Pengurus DPW PA se-Aceh, khususnya Bagian Humas atau Jubir.

Selain itu, memberikan muatan serta pemahaman tentang kerja media pers cetak dan online serta media sosial, terhadap peningkatan citra positif partai. Termasuk melakukan analisa framing media, khususnya kontens dan  semiotik.

“Komunikasi digital harus menjadi poros Partai Aceh untuk melayani rakyat, terlebih di era digital seperti sekarang. Tak sekadar merespons pertanyaan wartawan, tapi diperlukan sikap proaktif dan mutlak harus dimiliki seorang Jubir Partai Aceh,” kata Muhammad Saleh atau akrab disapa Shaleh ini.

Nah, untuk membahas semua itu, panitia pelaksana mengundang beberapa narasumber. Misal, Yarmen Dinamika, Redpel Senior Harian Serambi Indonesia (Bagaimana Cara Membuat Rilis/Berita layak tayang media pers cetak dan online).

Dr. Hendra Saputra, Ketua Prodi Komunikasi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh (Pengaruh Media Pers/Media Sosial Terhadap Penciptaan Opini dan Propaganda Partai).

Ahmad Mirza Safwandy SH. MH, pengusaha media yang juga inisiator dan pendiri Federasi Jurnalis Aceh (FJA) dengan pokok bahasan; Memahami Jeratan Hukum. Tinjauan Undang ITE dan KUHAP. Termasuk Abdul Hadi (Foto layak tayang dan sesuai keinginan media pers cetak serta online).***

Komentar

Loading...