Menakar Kinerja Tim Pansus DPRK Simeulue Terhadap PKS-PDKS

Sekedar Gaya Tanpa Hasil?

Sekedar Gaya Tanpa Hasil?

Simeulue | Masih ingat kunjungan kerja Tim Panitia Khusus (Pansus), Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS), milik Perusahaan Daerah Kabupaten Simeulue (PDKS) beberapa waktu lalu?

Nah,  salah satu temuan saat itu adalah, diduga sejumlah alat dari pabrik tersebut, raib dicuri orang tak dikenal (OTK). Itu sebabnya, berbagai harapan dari masyarakat di sana muncul. Misal, membawa temuan tadi ke ranah hukum.

Namun, alih-alih singgah di pengadilan. Hasil temuan itu pun sudah sebulan tak jelas nasibnya. Padahal, anggota Pansus DPRK setempat ketika itu berjumlah berjumlah tujuh orang. Dan, mereka melihat kondisi miris PKS di Desa Anao, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue.

Kondisinya memperihatinkan. Tapi, lagi-lagi temuan itu tak bergema. Sebab, hingga kini wakil rakyat tersebut, belum menyampaikan temuannya tadi kepada Pemerintah Kabupaten Simeulue, untuk ditindaklanjuti.

Kenyataan ini berbanding terbalik saat Tim Pansus melakukan pengecekan di lapangan, 9 Juli 2019. Ketua Tim Pansus Fardinan justeru berbicara lantang. Katanya, akan segera menyurati Bupati Simeulue Erli Hasim, untuk membahas persoalan hilangnya sejumlah alat mesin PKS yang mencapai Rp 40 miliar ini.

Bahkan saat itu ia berjanji akan membawa permasalahan tersebut ke ranah hukum. Faktanya, lain kata berbeda pula dengan tindakan. Saat media ini mempertanyakan kepada Fardinan, tentang kelanjutan hasil temuan Tim Pansus. Dia mengaku sedang berkonsultasi dengan Bagian Hukum DPRK Simeulue.

Selain itu, dia berdalih bahwa saat ini anggota dewan yang tergabung dalam Tim Pansus sedang ke Jakarta untuk berkonsultasi dengan Mahkamah Agung (MA), terkait usulan pemakzulan Bupati Simeulue yang diduga terlibat kasus video mesra beberapa waktu lalu.

Bupati Simeulue, Erli Hasim mengatakan. Sejak Tim Pansus Anggota DPRK Simeulue melakukan pengecekan terkait hilangnya sejumlah alat PKS itu, hingga saat ini dia belum diberitahu. "Belum ada laporan atau pemberitahuan dari dewan, terkait hasil temuan Pansus,” jelas Erli Hasim, Selasa, 6 Agustus 2019 di Sinabang.

Pernyataan Bupati Simeulue, Erli Hasim itu, dibenarkan Jhoni Rizal, Kepala Bagian Umum Setdakab Simeulue. Katanya hingga hari ini belum ada surat dari DPRK Simeulue yang masuk ke pihaknya terkait hasil temuan tim pansus itu. "Saat ini belum ada surat dari DPRK untuk pak Bupati terkait hasil temuan tim pansus beberapa waktu lalu itu," jelas Jhoni Rizal.

Lambatnya gerakan Tim Pansus terkait hilangnya alat-alat mesin PKS tadi, mendapat reaksi dari Jaringan Komunitas Masyarakat Adat Aceh (JKMA) Simeulue. Kordinator JKMA Simeulue Ridwanto menyayangkan lambatnya kinerja Tim Pansus DPRK itu. Sebab, hingga hari ini belum ada realisasi atas temuan tersebut, sehingga tim pansus yang turun saat itu, dinilai  hanya untuk gaya-gayaan serta satu cara untuk menghabiskan anggaran daerah.

"Kita sangat menyayangkan kinerja tim Pansus itu, hingga hari ini belum merealisasikan temuan mereka di lapangan, terkait hilangnya sejumlah alat mesin PKS itu," papar Ridwanto. Kata dia, peninjauan yang dilakukan tim pansus itu sudah hampir satu bulan lamanya. Namun belum juga ada tindaklanjut yang dilakukan atas hasil temuan tersebut.

Sekedar informasi, anggota Tim Pansus Gabungan DPRK Simeulue saat itu adalah, Fardinan, Taufik, Ihya Ulumuddin, Hamsipar, Nusar Amin, Sardinsyah, Sunardi Sihombing, serta Amsarudin, sebagai anggota DPRK Simeulue. Sementara dari pemerintahan, didampinggi Novikar Setiadi, Kepala BPKD. Marlian (Kepala Inspektorat), Zaitun (Kepala Bagian Ekonomi) serta Amran Z, Kepala Bappeda Kabupaten Simeulue. Alamak!***

Komentar

Loading...