Sekda Aceh Timur Sosialisasi Tentang Ilegal Fishing kepada Para Nelayan

Sekda Aceh Timur Sosialisasi Tentang Ilegal Fishing kepada Para Nelayan

Aceh Timur | Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Timur, M. Ikhsan Ahyat, SSTP, M. AP melakukan sosialisasi tentang Implementasi Kebijakan Pemberantasan Ilegal Unreported Unregulate (IUU) Fishing, kepada para nelayan di Aceh Timur, sehubungan dengan maraknya nelayan yang tertangkap di perbatasan perairan Indonesia oleh negara - negara tetangga.

"Kami menyampaikan terima kasih atas penghargaan pemerintah pusat melalui KEMLU dan jajarannya, serta pihak terkait atas pembebasan terhadap 23 nelayan asal Aceh Timur yang melanggar batas wilayah dan melakukan penangkapan ikan di perairan Negara Myanmar. Dan penghargaan kami kepada kedubes RI di Yangon Myanmar, sedangkan untuk hukuman akan dijalani oleh 2 Tekong boat yang ditangkap aparat pemerintah Myanmar," sebut M. Ikhsan Ahyat. 

Ia juga mengatakan, Aceh memiliki luas kawasan laut mencapai 295 ribu KM² dengan panjang garis pantai mencapai 2.666 KM,  dengan kawasan laut seluas itu potensi perikanan Aceh diperkirakan mencapai 1,8 juta ton pertahun.

Lanjutnya, Pelabuhan Perikanan Idi merupakan salah satu pelabuhan perikanan terbesar dan tersibuk di Kabupaten Aceh Timur, hasil tangkapan paling besar adalah ikan cakalang yaitu sebesar 64.126.874 kg, dan hasil tangkapan ikan paling kecil ialah ikan tuna mata besar yaitu 6.342.097 kg, ikan cakalang adalah khas hasil tangkapan nelayan Kuala Idi.

"Sosialisasi dari pihak pemerintah tentang batas perairan kepada nelayan harus terus ditingkatkan, sebab banyak nelayan yang tidak dilengkapi dengan alat navigasi yang canggih akibatnya nelayan sering melewati batas perairan saat mencari ikan. Pemerintah belum bisa banyak membantu nelayan dengan membekali alat teknologi lebih bagus, harapan kita semua dengan adanya sosialisasi ini dapat mengurangi kasus penangkapan nelayan Aceh," tambah Ikhsan.

Sebelumnya, Kepala Sub IV Derektorat Asia Tenggara, Dewi Lestari dalam sambutannya mengatakan, acara itu diselenggarakan atas permintaan Bupati Aceh Timur yang saat itu datang ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan meminta untuk pembebasan nelayan yang ditangkap di luar negeri karena kasus ilegal fishing.

"Upaya ini juga sebagai penyampaian tentang ilegal fishing dan batas-batas laut kepada para nelayan, sehingga nelayan dalam melakukan pencarian ikan tidak mengalami hambatan nantinya. Dalam sosialisasi ini juga saya harapkan kepada para peserta mengikuti dengan serius dan tanyakan bila ada hal yang menyangkut tentang nelayan," ujar Dewi dari pihak Kemenlu pada Kamis (11/7/2019).

Turut hadir dalam sosialisasi tersebut, Sekda Aceh, Timur H. M. Ihksan Ahyat, S, STP, M. AP, Sekertaris Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta, Kyaw Thu, Kepala Sub IV Derektoratl Asia Tenggara, Dewi Lestari, Pengawas Madya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sere Alina Tampubolon, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Cut Yusminar, A.Pi., M.Si, Kepala Dinas Perikanan Aceh Timur, Ir. Syawaluddin, Panglima Laot Provinsi Aceh, H.T Bustamam, Panglima Laot Idi Rayeuk, Rusli dan Perwakilan Nelayan Aceh Timur.***

Komentar

Loading...