Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Sebulan Kabur, Kakek Pemerkosa Cucu Ditangkap di Aceh Timur

Sebulan Kabur, Kakek Pemerkosa Cucu Ditangkap di Aceh Timur
Pria berinisial I (45) terduga pelaku pemerkosa gadis dibawah umur (Foto: Ist)

Lhoksukon I Setelah hampir satu bulan lari dalam persembunyian, akhirnya pria berinisial I (45) yang diduga sebagai pelaku pemerkosa terhadap cucunya berhasil ditangkap Satreskrim Polres Aceh Utara dikawasan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur.

Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Fauzi, S.E, S.I.K, Rabu menjelaskan. Penangkapan I terkait kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan terhadap cucunya yang masih dibawah umur.

Dia berjanji,Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Sat Reskrim Polres Aceh Utara akan mengusut kasus pemerkosaan gadis 16 tahun di Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara ini hingga tuntas.

Sebab, perbuatan bejat itu dilakukan pelaku I yang juga seorang kakek berstatus duda terhadap cucunya sendiri.

Pelaku melakukan aksi bejatnya tadi dengan modus operandi menjemput korban di asrama sekolah. Alasannya untuk menjenguk neneknya yang sedang sakit.

Namun, tanpa disangka, kejadian pemerkosaan terjadi saat korban menginap dan sedang tidur di rumah neneknya serta tak dapat melakukan perlawanan.

"Pelaku merupakan adik dari nenek korban, bisa dibilang korban adalah cucu pelaku sendiri," ujarnya.

AKP Fauzi menjelaskan, perkara pemerkosaan ini dilaporkan langsung ayah Korban ke Polres Aceh Utara, 9 Februari 2021 lalu.

Dia menerangkan, kejadian pemerkosaan itu dilakukan sebanyak dua kali yakni, 20 hingga 22 Januari 2021 dini hari.

Mengetahui dirinya telah dilaporkan, pelaku I langsung panik dan melarikan diri dari kampung tanpa diketahui keberadaannya. Sehingga polisi sempat kewalahan melakukan pengejaran terhadap pelaku yang kerap berpindah-pindah tempat bersembunyi di luar daerah.

Nah, berdasarkan bukti permulaan yang cukup, unit Resmob Sat Reskrim Polres Aceh Utara melakukan penyelidikan tentang keberadaan persembunyian tersangka.

Hasilnya, polisi berhasil menghentikan pelarian pelaku yang bersembunyi di derah Aceh Timur dan menangkapnya tanpa perlawanan di kawasan Peunaron, Sabtu, 6 Maret 2021 lalu.

"Sejak kejadian pemerkosaan ini dilaporkan, pelaku menghilang dan berpindah-pindah tempat tinggal, hingga akhirnya berhasil ditangkap di Aceh Timur," paparnya.

Kasat menyebut, akibat perbuatannya, penyidik menjerat pelaku dengan perkara Jarimah Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual Terhadap Anak. Ini sesuai Pasal 50 jo pasal 47 Qanun Aceh No.6 tahun 2014, tentang hukum jinayat dengan ancaman 200 bulan kurungan.***

Komentar

Loading...