Terkait Dugaan Pembangunan Jaringan Air Bersih di Pulau Breuh Bermasalah

Sayid Fadhil Siap Hadir, Fajri Mengaku Bersedia Beri Keterangan

Sayid Fadhil Siap Hadir, Fajri Mengaku Bersedia Beri Keterangan
Kondisi tower air yang tidak ada tengki penampung (Foto: Ist)

Banda Aceh | Sayid Fadhil, mantan Kepala BPKS Sabang tahun 2018, menyatakan siap hadir, memenuhi panggilan penyidik Kejati Aceh, terkait dugaan embangunan jaringan air bersih di Pulau Breuh yang diduga bermasalah.

“Insya Allah besok (Rabu) saya ke Banda Aceh. Saya siap hadir dan beri keterangan,” ujar Sayid yang dihubungi media ini, Selasa sore melalui telpon seluler.

Ungkap Sayid, saat ini dirinya sedang mereview proyek itu. Sebab, merupakan paket pekerjaan lanjutan dari tahun 2017. “Itukan proyek 2017, saat dipimpin Fajri. Saya belum jadi Kepala BPKS saat itu. Saya baru bertugas 2018,” ujar Sayid.

Sementara itu, Fajri yang dihubungi media ini, Selasa sore mengaku belum menerima surat dimaksud. Begitupun, dia menyatakan siap memberi keterangan.

“Saya masih di lapangan. Namun, kalau ada surat, saya bersedia memberi keterangan. Tahun 2018, saya tidak lagi di BPKS,” jawabnya singkat.

Sebelumnya diwartakan media ini. Diduga, proyek pembangunan jaringan air bersih di Pulau Breuh, Kabupaten Aceh Besar, tahun anggaran 2017 dan 2018 lalu sarat bermasalah.

Itu sebabnya, penyidik Kejaksaan Tinggi Aceh kabarnya mulai memanggil dan meminta keterangan dari sejumlah pejabat dan mantan Kepala BPKS.

20200915-pulau-breuh2

Penampung air bersih yang tidak berfungsi (Foto: Ist)

Sumber di jajaran BPKS Sabang mengungkap. Selain mantan Kepala BPKS Sayid Fadhil juga tersebut nama Fajri (mantan Plt Kepala BPKS) Sabang.

Selain itu, ada nama Yudi Saputra (PPK tahun anggaran 2018), T. Harri Kurniansyah (PPK perencanaan dan pembebasan lahan), Makimuddin Asmar (PPK Pulo Aceh tahun anggaran 2017) serta Zaldi, KPA tahun anggaran 2018.

Baca: Diduga Pembangunan Jaringan Air Bersih di Pulau Breuh Bermasalah, Kejati Aceh Mulai Minta Keterangan Sejumlah Pejabat BPKS.

Terkait masalah tadi, Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh Munawal Hadi, membenarkan pihaknya sudah melayangkan surat panggilan kepada sejumlah pejabat dan mantan Kepala BPKS Sabang.

“Benar, mereka kita minta keterangan sehubungan dengan adanya dugaan penyimpangan pembangunan jaringan air bersih di Pulo Breuh,” kata Munawal yang dikonfirmasi media ini, Selasa siang di Banda Aceh.

Kata Munawal, itu sebabnya kasus ini masih berstatus penyelidikan. Dan, tidak tertutup kemungkinan akan ditingkatkan pada  tahap penyidikan.

Baca: Terkait Dugaan Pembangunan Jaringan Air Bersih di Pulau Breuh Bermasalah, Kasi Penkum dan Humas Kejati Aceh: Betul, Statusnya Masih Penyelidikan.

“Untuk sementara hanya enam 6 orang dulu yang kita panggil untuk dimintai keterangannya. Bukan tak mungkin, ada nama lain,” ungkap dia.

Nah, bagaimana akhir dari cerita penyelidikan ini? Kita tunggu saja.***

Komentar

Loading...