Ibarah Umrah Kembali Dibuka

Saudi Airlines Terbang Lagi ke Jakarta Hotel di Mekkah Beri Potongan Harga

Saudi Airlines Terbang Lagi ke Jakarta Hotel di Mekkah Beri Potongan Harga
Suasana di sekitar Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. (Foto: Dok. Shutterstock)
Rubrik
Sumber
Berbagai Sumber

MODUSACEH.CO I Lebih dari 24 ribu jamaah melakukan umrah perdana sejak dibuka, 4 Oktober 2020 lalu. Alhamdulillah! Tidak ada laporan kasus COVID-19 yang muncul di sana.

Ini sejalan dengan potongan harga sejumlah hotal di Mekkah.Walau Saudi Airlines terbang kembali ke Jakarta. Tapi, pelaksanaan ibadah umrah harus menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah Arab Saudi.

Terkait kondisi tersebut, maskapai Saudi Airlines akan membuka kembali rute internasional mereka. Maskapai kebanggaan Arab Saudi ini akan terbang lagi ke Jakarta dan 19 kota lainnya.

Informasi dari berbagai sumber yang dikumpulkan redaksi MODUSACEH.CO (16/10/2020) menyebut. Saudi Airlines mengumumkan akan melanjutkan lagi rute internasional mereka.

Kebijakan ini berlaku efektif pada bulan Oktober 2020. Totalnya, ada 20 kota dari berbagai negara di dunia yang diterbangi lagi maskapai Saudi Airlines. Jakarta termasuk di antara 20 kota tersebut.

Selain Jakarta, ada juga Kuala Lumpur dan Manila untuk kawasan Asia Tenggara. Sedangkan untuk kota lainnya di Asia, cuma Islamabad dan Karachi di Pakistan, juga Dubai dan Amman di Timur Tengah.

Saudi Airlines juga akan terbang lagi ke Eropa dan Amerika Serikat, serta Afrika namun dengan pilihan destinasi yang masih terbatas. Total Saudi Airlines akan mengudara lagi di 4 benua.

Sebelum terbang dengan Saudi Airlines, pihak maskapai mengingatkan traveler agar membuka terlebih dahulu panduan dan petunjuk serta syarat-syarat yang diperlukan untuk terbang, yang sudah tercantum di situs resmi Saudi Airlines.

Nantinya semua rute penerbangan internasional Saudi Airlines dari dan ke Jeddah akan dilayani di Terminal 1 Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah (lihat infografis).

Memang, fase pertama ibadah umrah yang mulai dibuka pada 4 Oktober 2020.

20201016-perdana

Jamaah umrah perdana, 4 Oktober 2020 di Mekkah (Foto: arrahmah.com)

Pemerintah Arab Saudi menerapkan  protokol kesehatan secara ketat untuk para jamaah selama menjalani ibadah umrah. Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 atau virus Corona.

Itu sebabnya, Pemerintah Arab Saudi pun sudah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengatur pergerakan jamaah selama di Masjidil Haram.

Presiden Umum Urusan Dua Masjid Suci kepada ArabNews mengatakan, ada beberapa skenario telah diadopsi untuk mengatur pergerakan jemaah di dalam Masjidil Haram selama musim umrah tahun ini.

Pertama, jemaah umrah akan melakukan ritual umroh secara spiral dari luar hingga dalam Masjidil Haram dan pada skenario kedua jemaah akan dibagi menjadi kelompok yang terdiri dari 50 orang didampingi oleh pengawas.

Kementerian mengatakan, tahap pertama akan berjalan selama 13 hari dan pada tahap kedua akan dikeluarkan izin untuk sholat di Masjidil Haram, sedangkan pada tahap ketiga umat Islam dari luar Kerajaan akan diizinkan untuk melakukan umrah.

Pihak Kerajaan menekankan kesiapan Masjidil Haram untuk menerima jamaah umrah. Tentu, ini satu rencana terintegrasi yang akan dikembangkan untuk musim umrah tahun ini agar bisa melayani jamaah dan memastikan keselamatan mereka.

Penjelasan tadi disampaikan melalui konferensi pers jarak jauh yang diadakan baru-baru ini oleh kepresidenan. Saat itu Wakil Presiden Urusan Administrasi dan Keuangan Dr. Saad bin Mohammed Al-Mohaimeed mengutarakan, kerajaan telah merekrut lebih dari 1.000 karyawan untuk melayani para jamaah di Masjidil Haram.

Pihak Kerajaan telah mengambil langkah proaktif dengan menjamin perkembangan kerja, peningkatan kinerja dan pelatihan.

"Karyawan akan bekerja sesuai shift untuk melayani 2.000 jamaah dengan 125 supervisor di setiap shift. Pengawas dari Kepresidenan dan Kementerian Haji dan Umrah akan bekerjasama dan berkoordinasi untuk mengatur massa." ujar Saad.

Wakil Presiden Bidang Pelayanan dan Teknis Masjidil Haram, Mohammed bin Musleh Al-Jabiri mengaku, kamera termal akan dipasang di gerbang, jamaah akan dilarang membawa makanan dan minuman ke Masjidil Haram, jarak sosial antara jamaah umrah dan penggunaan layar sentuh publik tidak akan diizinkan.

Wakil Presiden Studi dan Proyek Arsitektur, Sultan Al-Qurshi mengatakan, dua jalur telah ditetapkan untuk tawaf, di mana setiap kelompok yang terdiri dari 100 jamaah akan diberi waktu 15 menit untuk melakukan tujuh putaran tawaf. Dengan pola ini dalam 15 jam waktu yang dialokasikan memungkinkan 6.000 jamaah untuk melakukan tawaf.

Ada juga kemungkinan jalur tawaf dibuat menjadi tiga. Di mana 150 jemaah akan diberi waktu 15 menit untuk melakukan tawaf. Sehingga untuk 6.000 jamaah umrah bisa selesai dalam 10 jam.

Di sisi lain, hotel-hotel di sekitar Mekkah mulai bangkit kembali dengan memberikan potongan harga spesial.

Tercatat, ada 1.400 hotel di Kota Mekkah yang menggantungkan hidupnya dari kegiatan umrah dan haji. Namun, pandemi virus corona mematikan kegiatan tersebut hingga tujuh bulan lamanya.

Hotel-hotel ini pun mulai bersiap dan bangkit, sejalan dengan izin dari pemerintah untuk ibarah umrah mulai 4 Oktober 2020.

Dikutip dari Arab News, hotel yang dekat dengan Masjidil Haram memiliki harga mencapai USD 77  hingga USD 187 sekitar Rp 1,1 juta hingga Rp 2,7 juta (kurs Rp 14.757). Sedangkan saat ini potongan membuat harga kamar turun USD 10 atau Rp 147 ribu di beberapa area.

Ketua Komite untuk Hotel dari Kamar Dagang dan Industri Mekkah, Abdullah Filali mengatakan, promosi atau potongan harga yang diberikan beberapa hotel merupakan cara bertahap untuk merevitalisasi sektor perhotelan.

Dia menjamin, fasilitas yang diberikan hotel tetap sama walaupun ada penurunan harga. "Penetapan harga hanya lah awal dari kembalinya kesehatan secara bertahap dan progresif untuk industri," ungkap dia.

Sementara itu, ia menjelaskan bahwa hanya empat hotel sentral yang kembali hidup untuk memulihkan setor perhotelan di Mekkah. Ia memperkirakan bahwa daya saing baru akan kembali normal di akhir 2023.

Sedangkan untuk muslim luar Saudi bisa menunaikan umroh pada 1 November 2020, hanya dari negara tertentu. Ada beberapa fase yang disiapkan Arab Saudi, pertama dengan kapasitas 6 ribu jamaah mulai 4 Oktober 2020.

Fase berikutnya dilaksanakan pada 18 Oktober 2020 dengan kapasitas jamaah maksimum 15 ribu orang. Fase ketiga mulai 1 November 2020 dan seterusnya, kapasitas jamaah umrah 2020 akan ditingkatkan 20 ribu orang per hari. Peningkatan seiring dengan turunnya ancaman virus COVID-19 di seluruh dunia.*

20201016-saudi

Komentar

Loading...