SAPMA PP Kota Banda Aceh Gelar Diskusi Radikalisme dan Media

SAPMA PP Kota Banda Aceh Gelar Diskusi Radikalisme dan Media
dok. MODUSACEH.CO

Banda Aceh | Pengurus Cabang (PC) Satuan Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila (PP) Kota Banda Aceh bekerjasama dengan LSM Aceh Development Watch (ADW), melaksanakan diskusi publik bertajuk; Radikalisme dan Media, tinjauan kritis Menakar Penyebaran Paham Radikalisme di Media Sosial”. Diskusi itu berlangsung di Warkop KKA (Belakang Hotel Hermes -Banda Aceh), Sabtu besok (28/1/2017),  sekira pukul 14.00 WIB hingga 17.00 WIB. Dijadwalkan, tampil sebagai narasumber Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, M.A, Ph.D (Akademisi UIN ArRaniry/Pengarang Buku Acehnology) dengan materi; “Kajian dan Strategi Menangkal Pola Penyebaran Doktrin Paham Radikal Melalui Media Sosial”. Kedua, Brigjen. TNI. Adi Sudaryanto, S.IP (Kepala Kantor Perwakilan Kemenhan Aceh) dengan tema; “Upaya Pemerintah dalam Mengantasi Penyebaran Paham Radikal di Media Sosial”. Teuku Farhan, ST (Praktisi IT/ Direktur Komunitas MIT Aceh) dengan judul; “Dunia Digital dan Cara Mendeteksi Penyebar Paham Radikal Melalui Internet dan Jaringan Media Sosial” serta Muhammad Saleh, S.E (Pimpinan Redaksi MODUS ACEH/Wakil Ketua MPW PP Aceh) dengan tema; “Peran Pers dalam Menangkal Doktrin Paham Radikal Melalui Pemberitaan Media”.

Diskusi ini akan dipandu Kurniawan S, S.H, LL.M (Direktur P3KA). “ Peserta yang diundang dalam kegiatan diskusi ini dari berbagai stakeholder seperti unsur pemerintahan, akademisi, tokoh masyarakat, LSM / CSO, organisasi masyarakat dan  OKP, lembaga kemahasiswaan dan media/pers,” kata Mulki Bazir, Ketua Pelaksana pada media ini. Menurut Mulki, belakangan ini banyak bermunculan media-media yang tidak jelas dan menyebabkan adu-domba serta hoax. Kondisi ini sangat meresahkan bagi persatuan dan keutuhan NKRI. Karena itu, sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang telah direvisi menjadi UU Nomor 19 Tahun 2016, pemerintah akan melakukan tindakan tegas kepada siapapun yang menggunakan media sosial (medsos) untuk mengunggah informasi yang menjurus kepada provokasi, agitasi, propaganda, menyesatkan, kebohongan, dan melakukan ujaran-ujaran kebencian kepada pihak lain.

“Upaya pencegahan terhadap berkembangnya berbagai paham radikalisme, ekstrimisme, komunisme dan paham lainnya yang menjurus pada sikap intolensi di masyarakat harus melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk generasi muda yang akrab dengan media sosial. Sinergisitas antar seluruh elemen harus dibangun agar terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa yang merupakan ciri khas kemajemukan Indonesia serta ikut menjaga perdamaian agar masyarakat tidak terpecah belah,” kata Mulki. Berminat? Silahkan datang.***

Komentar

Loading...